Akademisi UIN Alauddin Jabat Pimpinan Tinggi BPIP

Makassar, PANRITA.News – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI telah menggelar seleksi terbuka pimpinan tinggi madya dan jabatan pimpinan tinggi pratama sejak April lalu. Sejumlah nama dari lintas profesi telah terpilih. Salah satunya adalah Ketua Jurusan Dirasah Islamiyah, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Mohammad Sabri Ar.

Setelah melalui seleksi, dengan formasi jabatan Direktur Pengkajian Materi BPIP, Sabri akhirnya mendapat undangan khusus dari Gedung Wantinpres RI, dalam hal ini ditandatangani oleh Sekretaris Utama BPIP, Karjono, Kamis (22/11/2018).

Melalui undangan tersebut, mantan Ketua Umum BADKO HMI Indonesia Timur itu dijadwalkan akan dilantik bersama Pejabat Tinggi BPIP terpilih lainnya di Ruang Dewan Pengarah Gedung BPIP, Jakarta, 26 November 2018 mendatang.

Merespon hasil seleksi tersebut, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM), M. Yusri RK, mengungkapkan rasa bangganya.

“Selamat buat kak Abi (Sabri AR) yang telah terpilih menjadi salah satu pejabat di lingkungan BPIP” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusri menganggap Sabri AR memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni untuk menduduki jabatan tersebut.

“Beliau memang pas di jabatan itu, kami telah banyak melihat bukti dan kapasitas keilmuan beliau, baik dalam ceramah-ceramah dan tulisan-tulisan beliau yang sangat mencerahkan” tambah Yusri.

Di tempat berbeda, Calon Legiatif (Caleg) DPRD Kabupaten Gowa, Abadi Gunawan menegaskan bahwa Sabri Ar adalah akademisi yang kaya pengalaman.

“Pak Doktor Sabri adalah akademisi sekaligus aktivis yang malang melintang di berbagai organisasi, sosok yang cerdas, kami tak ragukan kapasitas beliau” jelas politisi PPP itu.

Sebelumnya, BPIP mengumumkan membuka jalur seleksi. Dijelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, mengundang PNS, TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan bukan PNS (dapat untuk jabatan Deputi) yang memenuhi syarat mendaftarkan diri melalui seleksi terbuka.

Enam jabatan pimpinan tinggi Madya yang diisi yakni, Sekretaris Utama, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan, Deputi Bidang Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, serta Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi.

Sedangkan untuk pimpinan tinggi pratama terdapat 20 jabatan diantaranya, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Kepala Biro Umum dan Sumber, Kepala Biro Fasilitasi Dewan Pengarah dan Ketenagaahlian, Kepala Biro Pengawasan Internal, Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan, serta Kepala Pusat Data dan Informasi.

Tinggalkan Komentar