Lanjutkan Kasus Century, KPK Panggil Mantan Wapres Boediono

Jakarta, PANRITA.News – Kasus Bank Century kembali menyeruak ke permukaan setelah sebelumnya, Senin (12/11), KPK secara paralel memeriksa dua orang saksi terkait penyelidikan kasus Bank Century.

Dua orang saksi itu di antaranya adalah Mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom dan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

Bahkan, hari ini, Kamis (15/11/2018) memanggil Wakil Presiden ke-11 RI, Boediono. Ia terpantau mendatangi gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/11) pada pukul 09.20 WIB. Ia datang ke KPK didampingi beberapa Paspampres yang bertugas menjaganya.

Boediono menegaskan bahwa kedatangannya untuk kepentingan pemberian keterangan kepada KPK. Walaupun diketahui namanya tidak tercantum dalam jadwal pemeriksaan yang dikeluarkan oleh KPK.

“Saya datang untuk memenuhi panggilan KPK. Untuk dimintai keterangan. Tanya ke KPK,” ujar Boediono di KPK, Kamis (15/11/2018).

Berselang dari kedatangannya, ia bergegas masuk ke dalam dan naik menuju lokasi pemeriksaan berada yaitu lantai 2 Gedung KPK.

Sebelumnya, hakim telah menyatakan Budi Mulya terbukti bersalah melakukan korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada PT Bank Century Tbk dan proses penetapan PT Bank Century Tbk sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Untuk saat ini, selain Budi Mulya, belum ada pihak lain yang dijerat oleh KPK dalam kasus tersebut. Hal ini menjadi alasan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan praperadilan.

Hakim praperadilan lantas lun mengabulkan gugatan tersebut dan memerintahkan melanjutkan kasus korupsi Century. Termasuk untuk menetapkan orang-orang yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi ini, berdasarkan vonis Budi Mulya, menjadi tersangka lalu.

Berdasarkan putusan praperadilan tersebut, KPK memastikan pengusutan kasus Bank Century terus berlanjut. Bahkan, KPK sudah memetakan siapa saja yang diduga terlibat di dalamnya.

Tinggalkan Komentar