Rizieq Merasa Sengaja Difitnah Soal Poster Mirip ISIS

Riyadh, PANRITA.News – Kabar penangkapan dan penahanan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh Kepolisian Arab Saudi yang mencuat ke publik beberapa hari terkhir, ditanggapi oleh Habib Rizieq sendiri.

Berita tersebut terkait dugaan kasus adanya poster yang mirip simbol ISIS. Namun, Rizieq menampik pemberitaan tersebut.

Rizieq dalam Front TV menegaskan tidak pernah ada penangkapan, penahanan, maupun penggeledahan terhadap dirinya oleh kepolisian Arab Saudi. Menurutnya, dirinya hanya dimintai klarifikasi tentang poster yang tertempel dj kediamannya. Lalu, apa yang ditanyakan Polisi kepadanya?

Di kantor polisi Rizieq mengaku mendapat tiga pertanyaan utama. Polisi menanyakan apakah dirinya yang menempelkan poster tersebut.

“Maka dengan tegas dan singkat saya katakan, bukan,” kata dia.

Rizieq mengatakan polisi juga menanyakan apakah dirinya mengetahui orang atau pihak yang menempelkan poster tersebut. Rizieq kembali menjawab tidak tahu.

“Kemudian pertanyaan yang ketiga, pertanyaannya adalah adakah saya menduga atau mencurigai pihak-pihak tertentu yang ingin mencelakai saya? Sehingga menempatkan poster tersebut agar saya bermasalah dengan pihak keamanan di Saudi,” ujar Rizieq.

Menjawab pertanyaan ketiga itu, Rizieq mengaku menceritakan kepada polisi apa yang dia hadapi selama ini, termasuk soal upaya pihak lain untuk mencelakakan dirinya dan keluarganya.

Dalam pemeriksaan itu Rizieq berkata polisi memintanya menginap karena sudah lewat tengah malam dan ada beberapa bagian yang harus dirapikan terkait administrasi.

“Saya setuju, saya menginap di sana, keesokan harinya kemudian dilanjutkan yaitu satu dua pertanyaan, selesai itu kemudian mereka rapikan administrasinya,” ujar Rizieq menjelaskan.

Berdasarkan pemeriksaan itu, Rizieq mengatakan kepolisian Arab Saudi menyatakan dirinya sebagai korban, bukan pelaku kejahatan.

“Bahkan polisi memahami betul ada pihak-pihak yang sampai saat ini masih dicari, ingin memfitnah saya terkait dengan organisasi ISIS, terorisme dan lain sebagainya, untuk membuat saya menjadi bermasalah di Saudi,” katanya.

Dia pun mengaku dipersilakan pulang setelah sempat menginap. Adapun proses administrasi terkait itu, Rizieq membenarkan dirinya didampingi utusan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Keesokan harinya Rizieq mengaku kembali dipanggil polisi. KJRI di Jeddah turut mendampinginya lagi.

Di kantor polisi, Rizieq mengaku diminta melaporkan kejadian karena ada hal yang membuat kepolisian setempat tersinggung karena foto pertemuannya tersebar luas.

“Foto tersebut disebarkan di Indonesia, disiarkan di berbagai televisi, ini membuat kepolisian Saudi Arabia sangat marah, mereka tersinggung dan mereka kecewa,” ujar Rizieq.

Dia lantas memenuhi permintaan kepolisian untuk membuat laporan. Kata Rizieq, dari laporannya aparat keamanan Saudi akan mengejar mereka yang memasang poster di rumahnya.

Rizieq juga menyebut pemeriksaan polisi atas kasus pemasangan poster yang dialami merupakan hal yang wajar.

“Karena poster apapun tidak boleh dipasang di rumah-rumah tinggal di Saudi Arabia. Itu peraturan negara,” ujar Rizieq.

Tinggalkan Komentar