Ombudsman Sulbar Terima 2 Laporan Maladministrasi Penerimaan CPNS 2018

Mamuju, PANRITA.News – Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh lembaga negara tidak lepas dari pengawasan Ombudsman RI, termasuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 tahun ini.

Terkhusus di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Ombudsman baru menerima dua aduan terkait maladministrasi pelayanan publik proses CPNS ino.

Hal ini diungkapkan oleh ketua Ombudsman RI Perwakilan Sulbar, Lukman Umar, di Mamuju,  Kamis, (8/11/2018). Menurutnya, laporan tentang maladministrasi pada pelaksanaan penerimaan CPNS di Sulbar masih sangat minim.

“Aduan masyarakat masih minim masih minim  terkait maladministrasi pelayanan publik proses seleksi CPNS tahun 2018,” katanya.

Ia mengaku, tim Ombudsman baru menerima dua pengaduan masyarakat itu sudah diselesaikan.

Selain itu, Lukman Umar juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja penyelenggara sehingga proses pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi CPNS berjalan lancar.

Walau begitu, Lukman tetap berharap jika ada diantara peserta yang merasa menjadi korban maladministrasi segera menyampaikan aduan ke kantor Ombudsman.

“Kita apresiasi atas kinerja kawan-kawan penyelenggara, kita juga berharap jika ada yang janggal segera laporkan,” katanya.

Sebab lanjutnya berdasarkan pengalaman pada seleksi sebelumnya nanti ketika ada yang korban baru mau melapor.

Padahal kata dia,  saat di iming-imingi kelulusan dengan meminta bayaran  tidak langsung dilaporkan malah dilayani ini juga kesalahan.

Lukman juga mengatakan dalam proses seleksi cpns 2018 ini, pihaknya berupaya maksimal ikut bersama dalam mendorong proses seleksi yang transparan,  akuntabel  dan bersih dari potensi KKN.

“Tim Ombudsman juga membuka layanan posko pengaduan secara online disetiap kantor BKDD di 6 kabupaten di Sulbar sebagai bagian program pengawasan seleksi CPNS,” imbuhnya.

Leave a Reply