Perwakilan Keluarga Korban Lion Air Menolak, Tabur Bunga Batal Digelar

Jakarta, PANRITA.News ‐ Acara tabur bunga untuk korban pesawat Lion Air JT-601 yang sedianya digelar Selasa (6/11) batal digelar. Pembatalan tersebut diakibatkan oleh adanya penolakan dari salah satu perwakilan keluarga korban terhadap acara tersebut.

Kepada Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Yudo Margono yang mewakili TNI Angkatan Laut di , salah satu perwakilan keluarha korban mengaku keberatan dengan acara tersebut.

“Pak, maaf kami keberatan untuk tabur bunga pak, kami masih berharap,” katanya dalam acara konferensi pers di hotel Ibis CawangJakarta Timur, Senin (5/11).

Awalnya, tabur bunga itu akan dilakukan esok pagi di lokasi jatuhnya pesawat di Perairan Tanjung Karawang.

Dalam rangka mendukung acara itu TNI-AL mengerahkan dua kapal perang yaitu KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh. Acara tabur bunga dimulai pukul 07.30 WIB sampai 12.30 WIB.

Tak hanya melaksanakan kegiatan tabur bunga, TNI-AL juga mengajak keluarga korban Lion Air JT-601 melakukan doa bersama di tempat kejadian perkara.

Tabur bunga dilakukan karena proses evakuasi telah memasuki hari ketujuh pasca insiden.

Itu adalah hari terakhir evakuasi berdasarkan prosedur tetap. Di sisi lain, tim evakuasi belum bisa memastikan berhasil mengevakuasi semua korban Lion Air JT-610 yang total berjumlah 189 orang.

Setelah penolakan itu, Yudo pun mempersilakan keluarga korban hanya melakukan doa bersama tanpa tabur bunga.

“Saya memberikan opsi, kita datang ke sana saja. Tidak tabur bunga, boleh. Paling tidak bapak tahu lokasi daripada TKP (tempat kejadian perkara),” katanya Yudo.

Kepala Badan SAR Nasional Muhammad Syauqi sebelumnya menyatakan akan memperpanjang proses pencarian korban selama 3 hari.

Tim Disaster Victim Investigation (DVI) di Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyatakan pihaknya baru berhasil mengidentifikasi 14 jenazah korban Lion Air JT-610.

Dari jumlah itu, 11 jenazah dipastikan berjenis kelamin laki-laki dan 3 jenazah lainnya perempuan.

Pesawat Lion Air JT-610 mengalami kecelakaan pada Senin (29/10) pagi di Perairan Tanjung Karang. Pesawat ini mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.

Sumber: CNNIndonesia.com

Tinggalkan Komentar