Tewaskan 13 Orang, Seekor Harimau Ditembak Mati Penjaga Hutan

New Delhi, PANRITA.News – Seekor harimau di India yang membunuh 13 orang terpaksa ditembak mati dalam perburuan skala besar. Harimau berusia enam tahun itu sempat menghindari perburuan dengan bersembunyi di hutan di barat negara bagian Maharashtra selama dua tahun.

Bulan Oktober lalu, para petugas satwa liar menyebarkan aroma khusus untuk menarik harimau itu keluar dari persembunyian. Para aktivis berupaya menyelamatkan harimau itu agar tetap hidup tapi Mahkamah Agung (MA) India menyatakan tidak akan ikut campur jika para penjaga hutan terpaksa menembak mati binatang itu.

“Tim bersenjata dengan satu senapan bius dan satu senjata api disiagakan dalam kendaraan di jalan tempat harimau yang disebut T-1 itu dilihat warga desa,” papar pernyataan Departemen Kehutanan India, dikutip dari BBC melalui Akurat.co, Sabtu (3/11).

Tim patroli dikerahkan ke wilayah dekat desa Borati pada Jumat (2/11) malam setelah menerima laporan harimau itu muncul.

“Senapan bius ditembakkan ke harimau itu. Saat terkena peluru bius, harimau itu menyerang mobil patroli dan hewan betina itu ditembak mati dalam satu kali tembakan dari jarak antara delapan dan 10 meter,” papar pernyataan Departemen Kehutanan.

Saat ini proses autopsi sedang dilakukan pada harimau itu.

Pada Agustus lalu, harimau itu bersama dua anaknya yang berumur sembilan bulan menewaskan tiga orang di wilayah sekitar Kota Pandharkawada di distrik Yavatmal dan membuat lebih dari 5.000 warga khawatir dengan keamanan nyawa mereka.

Para petani dan pencari rumput diminta kembali pulang lebih awal dari ladang dan hutan, mereka hanya boleh keluar dalam kelompok dan tidak berada di lapangan terbuka.

Perburuan harimau itu menggunakan lebih dari 100 kamera penjebak, kail dalam bentuk kuda dan kambing yang diikat ke pohon, kamera pengintai yang dapat bergerak yang dipasang di atas pohon dan sejumlah patroli bersenjata.

Diketahui, populasi harimau India yang awalnya masuk kategori terancam punah, kini sudah melonjak berkat program konservasi. Namun di sisi lain, peningkatan populasi hewan karnivora ini menimbulkan masalah baru, yakni persaingan wilayah dengan manusia.

Menjawab keluhan warga, polisi hutan melakukan operasi besar-besaran, termasuk mengerahkan penembak jitu yang menggunakan peluru obar bius. Mereka masuk ke hutan menggunakan kendaraan dan gajah. Setelah tertangkap, harimau itu akan dikirim ke kebun binatang.

“Saya tidak ingin membunuh hewan yang cantik ini. Tapi ada banyak tekanan politik dan publik yang luar biasa,” kata KM Abharna, seorang pejabat kehutanan di Pandharkawada, yang terletak di dekat perbatasan negara bagian Maharashtra dan Andhra Pradesh, dikutip dari The New York Times .

Upaya konservasi menggunakan teknologi serta pemberlakuan aturan yang ketat terkait perlakuan atas satwa liar menyebabkan peningkatan jumlah harimau yang tajam, yakni dari 1.411 ekor pada 2006 menjadi sekitar 2.500 saat ini. Jumlah ini berarti setengah lebih dari populasi harimau India di dunia yang mencapai 4.000 ekor. Pertumbuhan ini menyebabkan peningkatan konflik.

Tinggalkan Komentar