Kementerian ESDM Buka Peluang Perpanjangan IUPK PT Freeport Indonesia

Jakarta, PANRITA.News – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang kembali memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sementara PTĀ Freeport Indonesia. Hal itu sebagai buntut dari transaksi divestasi saham Freeport Indonesia ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) hingga kini belum juga rampung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pertambangan Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono.

“Kalau dia (Freeport Indonesia) nanti minta (IUPK sementara) diperpanjang ya diperpanjang,” ujarnya dalam laman CNNIndonesia, Senin (29/10/2018).

Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang IUPK sementara Freeport Indonesia sebanyak tujuh kali sejak pemerintah pertama kali memperpanjang untuk periode 10 Februari hingga 10 Oktober 2017. Perpanjangan terakhir berlaku selama satu bulan hingga 31 Oktober 2018 yang dituangkan dalam Keputusan Menteri ESDM.

Setelah diberikannya perpanjangan IUPK itu, Freeport Indonesia dapat melanjutkan kegiatan ekspor tembaga sesuai rekomendasi yang berlaku setahun, mulai 15 Februari 2018 lalu.

Bambang menambahkan bahwa hingga kini, perusahaaan asal Amerika Serikat (AS) itu belum mengajukan perpanjangan IUPK sementara kembali.

Artinya, apabila diperpanjang, IUPK sementara Freeport Indonesia kemungkinan hanya berlaku selama satu bulan atau hingga 30 November 2018.

“Ya mudah-mudahan. Moga-moga tetapi belum. Pak Menteri (Menteri ESDM Ignasius Jonan) kan nanti tanda tangannya untuk berapa (bulan),” tambahnya.

Sedianya, pemerintah baru bisa menerbitkan IUPK permanen yang berlaku untuk 2 x 10 tahun setelah habis masa kontrak pada tahun 2021 setelah proses divestasi rampung,

Adapun Inalum sebelumnya memperkirakan pembayaran transaksi divestasi senilai US$3,85 miliar baru bisa terealisasi pada November 2018.

Setelah pembayaran selesai, Inalum dan Freeport-McMorran masih harus menyelesaikan seluruh proses administrasi terkait paling lambat enam bulan sejak penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Saham yang diteken pada September 2018 lalu.

Tinggalkan Komentar