Ngeri! Makan Mie Instan Tiap Hari, Siswa Usia 18 Tahun Dilaporkan Meninggal Dunia

London, PANRITA.News – Seorang siswa 18 tahun dilaporkan meninggal karena menderita kanker perut setelah mengonsumsi mi instan setiap hari.

Dikutip dari hetanews.com (18/10), Remaja yang tidak disebutkan namanya ini mulai mengembangkan kebiasaan tidak sehatnya semenjak SMA.

Ia akan memasak sebungkus mi instan tiap kali belajar pada tengah malam dan memakannya. Akhirnya, ia lulus SMA dan berhasil masuk ke universitas, tetapi ada pengorbanan besar yang ia lakukan untuk sampai ke sana.

Ia mulai menunjukkan gejala seperti perut kembung, mual, dan sakit perut. Keluarganya pun menjaid khawatir karena kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Pihak keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Secara mengejutkan, ia didiagnosis menderita kanker perut stadium akhir.

Hanya ada sedikit harapan baginya untuk bertahan hidup karena kankertelah menyebar ke organ-organ lain.

Setelah setahun berjuang melawan kanker, ia akhirnya meningga dunia. Ahli onkologi di Mount Medical Center dr Gan, mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi mi instan.

Ahli onkologi di Mount Medical Center dr Gan, mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi mi instan.

Termasuk juga jenis makanan lain seperti sosis, dan daging asap.

Makanan-makanan tersebut telah dikaitkan dengan makanan penyebab kanker.

Menurut Food Science Expert dan Head of Food Chemistry Division IPB, Prof C Hanny Wijaya dalam hetanews.com, mie instan seperti yang kita tahu terbuat dari tepung gandum, memiliki kandungan karbohidrat yang sama pada nasi, kentang, dan sumber karbohodrat lainnya sehingga mie instant perlu dikombinasikan dengan asupan gizi lainnya seperti serat dan protein.

“Makan mie instan setiap hari tak masalah asalkan jangan melupakan asupan buah, sayuran, protein selain juga lebih jeli memperhatikan tabel gizi dalam mi instan. Namun jangan juga sepanjang hari makan nasi, mi, kentang tanpa mengasup kebutuhan gizi lainnya, sehingga kebutuhan nutrisi tak seimbang,” ungkapnya.

Comment