Jakarta, PANRITA.News — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyaksikan secara langsung penandatanganan dan pengumuman sejumlah nota kesepakatan (MoU) strategis antara Indonesia dan India.
Penandatanganan tersebut dilakukan saat Perdana Menteri Narendra Modi bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026 sebagai kelanjutan dari kerja sama Indonesia-India saat Presiden Prabowo melakukan lawatan ke India pada bulan Januari tahun 2025.
Sebanyak tujuh MoU ditandatangani di hadapan Presiden Prabowo dan PM Modi, terkait kerja sama di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi, kerja sama di bidang regulasi produk medis, kerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
Selanjutnya ialah kerja sama di bidang penanggulangan bencana, kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja, kerja sama di bidang manajemen dan pemanfaatan teknologi dalam pemilihan umum, serta kerja sama penanggulangan terorisme.
Ketujuh MoU tersebut menjadi landasan kerja sama konkret dalam mendorong kemitraan strategis komprehensif, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta ketahanan nasional dan regional antara Indonesia dan India.
Selain itu, sejumlah kesepakatan juga ditandatangani dalam pertemuan tersebut, diantaranya Implementing on Agreement (IA) mengenai Dialog antar Penjaga Pantai sebagai Perpanjangan dari MoU Kerja Sama Keselamatan dan Keamanan Maritim.
Kedua adalah Letter of Intent (LoI) di Bidang Statistik Resmi, Peningkatan Kapasitas, dan Kolaborasi Strategi, ketiga Implementing on Agreement (IA) mengenai Kolaborasi Pengembangan Tenaga Kerja Profesional Kesehatan sebagai turunan dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Republik India.
Agreement on Cooperation tentang Kerja Sama Kesehatan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Energi Nuklir untuk Tujuan Damai, serta Letter of Intent (LoI) untuk Konservasi dan Pemugaran Kompleks Candi Prambanan, Indonesia.
Letter of Intent (LoI) untuk Konservasi dan Pemugaran Kompleks Candi Prambanan, Indonesia akan langsung ditandai dengan kunjungan lapangan yang akan dilakukan esok hari pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kunjungan ini menjadi babak awal dari rencana restorasi situs warisan dunia tersebut. Proyek pemugaran Candi Prambanan ini nantinya akan digarap langsung oleh lembaga arkeologi resmi pemerintah India, yaitu Archaeological Survey of India (ASI), lembaga yang sama yang melakukan pemugaran besar Angkor Wat di Kamboja.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mengembalikan kemegahan Candi Prambanan dengan standar konservasi terbaik global.

Comment