Makassar, PANRITA.News — Kapal Pinisi KLM Mutiara Prasana Nusantara terbakar di perairan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (6/7/2026).
Insiden kebakaran kapal tersebut terjadi di pesisir Pantai Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, sekitar pukul 07.45 Wita.
Kepolisian Sektor (Polsek) Bonto Bahari, Bulukumba masih menyelidiki penyebab kebakaran kapal pinisi yang terjadi.
Kapolsek Bonto Bahari AKP Kasman, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp10 miliar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu (kebakaran kapal pinisi). Kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 miliar,” katanya.
Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari anjungan ruang kemudi kapal pinisi itu. Menurut Kasman, pemilik kapal, Japar Sidiq Ali, mengetahui kapalnya terbakar setelah menerima laporan dari anak buah kapal (ABK) bernama Niko.
Seluruh ABK sempat berupaya memadamkan api, tetapi kobaran api terus membesar. Saat kapal terbakar, ABK yang masih di atas perahu berusaha memadamkan api, tapi semakin membesar dan tidak bisa dikendalikan.
“Selanjutnya, mereka berusaha meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri. Alhamdulillah, mereka selamat dan naik ke daratan,” ujarnya.
Dua ABK yang menjadi saksi, yakni Niko asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Muhammad Jundi asal Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, dipastikan selamat dalam kejadian tersebut.
Saat proses evakuasi berlangsung, api masih membakar sebagian badan kapal hingga akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden itu, namun kapal naas kapal tersebut sudah hangus sebagian.
Kapal kemudian dievakuasi ke tepi pantai untuk menjalani perbaikan. Polisi memperkirakan kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp 10 miliar.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Comment