Jakarta, PANRITA.News — Megabintang Cristiano Ronaldo resmi menorehkan sejarah sebagai pencetak gol tertua di fase gugur atau knockout sepanjang sejarah Piala Dunia, Jumat (3/7/2026).
Turun sebagai starter pada usia 41 tahun, peraih lima Ballon d’Or itu juga resmi menjadi pemain outfield (nonkiper) tertua yang pernah tampil di babak gugur Piala Dunia.
CR7 tidak hanya memainkan peran penting dalam membantu Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, tetapi juga mencetak banyak rekor baru dalam kariernya.
Dalam pertandingan melawan Kroasia, Kapten Portugal ini menjadi pencetak gol pembuka kemenangan comeback timnya dengan gol penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-68.
Torehan ini juga merupakan gol pertama CR7 di babak gugur Piala Dunia, membawanya meningkatkan total gol sepanjang karir menjadi 976.
Dengan gol ini, Ronaldo mengukir namanya dalam sejarah sebagai pemain tertua yang mencetak gol di babak knockout Piala Dunia pada usia 41 tahun dan 147 hari.
Menanti Rekor Selanjutnya

Prestasi mengesankan ini menunjukkan ketekunan Ronaldo yang patut dikagumi setelah lebih dari dua dekade berkarier di sepak bola profesional.
Sebelumnya, Ronaldo, bersama Lionel Messi, juga telah mencetak sejarah dengan berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di planet ini sebanyak enam kali (sejak Piala Dunia 2006).
Ronaldo saat ini juga merupakan satu-satunya pemain yang mencetak gol di enam Piala Dunia setelah mencetak gol dalam kemenangan Portugal 5-0 atas Uzbekistan.
Membawanya sebagai pesepak bola pertama dalam sejarah dunia yang sukses mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda, yakni pada edisi 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan terakhir 2026.
Dengan lolosnya Portugal ke babak 16 besar, Cristiano Ronaldo akan memiliki kesempatan untuk mencetak tonggak sejarah baru dalam kariernya.
Pada laga selanjutnya, Ronaldo Cs akan menghadapi Spanyol yang melaju dengan mudah kontra Austria dengan skor telak 3-0. Kedua tim ini akan memperebutkan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Comment