Ronaldo Curhat Pasca Ukir Rekor Bersejarah, Sempat Alami Masa-masa Sulit

Selebrasi Ronaldo setelah mengoyak jala gawang Uzbekistan pada Rabu (24/6/2026). (Al Jazeera)

Selebrasi Ronaldo setelah mengoyak jala gawang Uzbekistan pada Rabu (24/6/2026). (Al Jazeera)

Jakarta, PANRITA.News — Ronaldo mendapatkan banyak kritikan setelah Portugal hanya bermain imbang melawan RD Kongo. Pada laga itu, Bintang Al Nassr sama sekali tidak mencetak gol.

Selepas pertandingan, Ronaldo mengakui sempat mengalami masa-masa sulit. Dia bahkan merasa seolah-olah kariernya sudah selesai.

Dikutip dari Metro, Ronaldo meyakini bahwa Tuhan akan membantu siapapun yang memberikan dedikasi dan bekerja keras dalam hidupnya.

“Ini menjadi pekan yang sulit dan kelam. Rasanya seperti saya sudah pensiun dari sepak bola. Namun saya bertahan seperti yang selalu saya lakukan karena saya lebih percaya pada kerja keras daripada hal lainnya,” katanya pada Rabu (24/6/2026).

“Saya harus mengakui bahwa itu sangat sulit. Tetapi sekarang kami sudah kembali,” tutup Ronaldo optimis.

BACA JUGA:  Hattrick Jonathan David di Piala Dunia 2026 Bawa Kanada Menang 6-0 dari Qatar

Pelatih Pasang Badan untuk Ronaldo

Pelatih Portugal Roberto Martinez menjabat tangan Cristiano Ronaldo di laga semifinal Nations League melawan Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, pada Rabu (4/6/2025. (AP Photo)

Alih-alih mencari kambing hitam, Pelatih Portugal, Martinez menampik soal adanya perpecahan internal, Martinez mengatakan striker berusia 41 tahun itu akan tetap menjadi ujung tombak Portugal.

“Kami lebih bersatu, kami lebih kuat. Kami sedang bermain di Piala Dunia, tentu saja ada banyak kegaduhan, banyak ketegangan, itu adalah bagian dari permainan. Fokus kami adalah pada tim. Kami lebih bersatu daripada sebelum kami tiba di sini,” ujar Martinez.

BACA JUGA:  Ragam Rekor Baru di Fase Awal Piala Dunia 2026: Tren Positif Jerman hingga Berakhirnya Kutukan Pantai Gading

“Tidak ada ketegangan. Dia adalah teladan sebagai seorang kapten, dan dia bereaksi layaknya seorang kapten, dengan segudang pengalaman. Dia ingin berkontribusi, dan dia adalah anutan bagi tim kami. Dia membuka ruang dengan pergerakannya. Angka-angka statistik pun mendukungnya,” jelasnya.

“Dia mungkin adalah contoh terbesar tentang bagaimana cara pulih dan cara berlatih. Namun, hal itu tidak menghilangkan rasa frustrasi yang kami semua rasakan sebagai sebuah tim,” tambah pelatih asal Spanyol itu.

Penampilan impresif Ronaldo pada laga melawan Uzbekistan tidak hanya membantu Portugal meraih tiga poin penting, tetapi juga menjadi jawaban tegas bagi mereka yang mulai meragukan kemampuannya di level tertinggi.

Di usia yang tak lagi muda, sang kapten menunjukkan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di panggung terbesar Piala Dunia kali ini. 

Comment