Konflik Iran vs Israel Memburuk, AS Kirim Pesawat Penghancur Bungker B-2 Spirit ke Guam

Pesawat B-2 Spirit Milik AS, Penghancur Bunker Nuklir Iran

Pesawat pengebom siluman B-2 Spirit milik Angkatan Udara AS (tengah) diapit oleh 4 pesawat tempur F-35 milik Korps Marinir AS selama penerbangan pesawat militer di Sungai Hudson dan Pelabuhan New York melewati Kota York dan New Jersey, AS, 4 Juli 2020. REUTERS/Mike Segar

Jakarta, PANRITA.News – Amerika Serikat diam-diam memindahkan pesawat pembom siluman B-2 Spirit ke Pulau Guam di kawasan Pasifik, menurut informasi dari dua pejabat pemerintah AS, Sabtu (21/6/2025).

Langkah ini muncul saat Presiden Donald Trump masih mempertimbangkan apakah AS akan ikut campur dalam konflik yang semakin panas antara Israel dan Iran.

Meski belum ada kepastian apakah pengiriman B-2 Spirit ini langsung berkaitan dengan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, kehadiran jet pembom berteknologi tinggi tersebut memicu spekulasi.

Pesawat B-2 Spirit Penghancur Bungker

Peswat B-2 Spirit dikenal mampu membawa senjata super berat GBU-57 “bunker buster” seberat 30.000 pon, senjata yang dirancang untuk menembus fasilitas bawah tanah seperti situs nuklir Iran di Fordow.

Namun, para pejabat yang enggan disebutkan namanya menolak memberikan detail lebih lanjut, termasuk berapa unit B-2 yang dikerahkan.

Melansir Reuters, Salah satu pejabat menyebut belum ada perintah tambahan untuk menggerakkan pesawat lebih jauh dari Guam. Pentagon pun belum memberikan tanggapan resmi terkait ini.

Para analis pertahanan kini mengamati kemungkinan bahwa B-2 Spirit bisa dipindahkan lebih jauh ke Diego Garcia, pangkalan strategis milik AS-Inggris di Samudra Hindia yang sangat ideal untuk operasi militer ke wilayah Timur Tengah.

Sebelumnya, B-2 sempat ditempatkan di Diego Garcia hingga bulan lalu sebelum digantikan oleh pembom B-52.

Konflik Iran vs Israel Memburuk

Sementara itu, konflik antara Israel dan Iran terus memburuk. Israel mengklaim telah menewaskan seorang komandan militer senior Iran dalam serangan terbaru yang menandai lebih dari seminggu pertempuran udara intens.

Di sisi lain, Iram menegaskan tidak akan bernegosiasi mengenai program nuklirnya selama berada di bawah ancaman militer.

Israel menuduh Teheran hampir mencapai kemampuan senjata nuklir, namun Iran bersikeras bahwa program nuklir mereka semata-mata untuk tujuan damai.

Presiden Trump menyatakan bahwa ia butuh waktu sekitar dua minggu untuk memutuskan apakah AS akan terlibat dalam konflik ini.

“Itu cukup waktu untuk melihat apakah orang-orang bisa berpikir jernih atau tidak,” ujarnya.

Dalam pekan ini, dilaporkan terjadi pergerakan besar-besaran pesawat tanker ke Eropa serta pengerahan tambahan jet tempur dan aset militer lainnya ke Timur Tengah. Sebuah kapal induk AS yang sedang berada di kawasan Indo-Pasifik juga dikabarkan tengah menuju ke kawasan konflik.

Comment