Jakarta, PANRITA.News – Di tengah serangan yang terus dilancarkan Israel, pada Jumat (20/6), Iran menegaskan tak akan membuka pembicaraan terkait program nuklirnya.
Pernyataan ini muncul saat negara-negara Eropa berupaya menarik Teheran kembali ke meja perundingan, sementara Amerika Serikat masih menimbang apakah akan terlibat langsung dalam konflik yang semakin memanas ini.
Militer Israel, dalam serangan terbarunya pada Jumat dini hari, menghantam puluhan target strategis di Iran. Serangan itu menyasar pusat produksi rudal dan lembaga riset yang diyakini terkait dengan pengembangan senjata nuklir di ibu kota Teheran.
Tak tinggal diam, Teheran membalas dengan rentetan rudal yang menghantam wilayah selatan Israel, termasuk dekat kawasan perumahan, gedung kantor, dan fasilitas industri di kota Beersheba.
Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan menentukan sikap AS dalam dua minggu ke depan, apakah akan terlibat lebih jauh dalam konflik ini atau tidak. Sementara itu, peluang negosiasi dengan Iran masih menjadi pertimbangan utama Washington.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa negaranya tak akan berbicara dengan “sekutu utama Israel”, merujuk pada AS, selama serangan dari Israel belum dihentikan.
Meski demikian, Araqchi dijadwalkan bertemu dengan para menteri luar negeri dari Prancis, Inggris, Jerman, dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa di Jenewa.
Pertemuan ini diharapkan bisa membuka kembali jalur diplomasi terkait isu nuklir Iran, meskipun para diplomat menyebut harapan untuk terobosan masih sangat tipis.
Israel Tuduh Pengembangan Nuklir Iran Nyaris Capai Titik Kritis
Israel memulai serangan sepekan lalu, dengan alasan bahwa Iran nyaris mencapai titik kritis dalam pengembangan senjata nuklir. Namun, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Israel sendiri juga diyakini memiliki senjata nuklir, meski mereka belum pernah mengonfirmasi atau membantah secara resmi.
Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS, serangan udara Israel telah menewaskan 639 orang di Teheran, termasuk pejabat tinggi militer dan ilmuwan nuklir.
Sementara itu, serangan balasan Teheran menewaskan sedikitnya dua lusin warga sipil Israel. Jumlah korban terbaru belum dapat diverifikasi secara independen.

Comment