Jakarta, PANRITA.News – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas. Ribuan penduduk Teheran dilaporkan meninggalkan ibu kota Iran pada Rabu setelah Presiden AS, Donald Trump, menyerukan evakuasi dan menyatakan bahwa pemerintahnya tengah menimbang langkah ekstrem, termasuk kemungkinan AS gabung Israel dalam melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Seruan Trump yang tegas meminta Iran untuk “MENYERAH TANPA SYARAT!” langsung memicu eskalasi militer. Iran dan Israel saling meluncurkan rudal yang semakin menegangkan kawasan.
Israel, yang tengah bersiap melakukan serangan besar-besaran, mengimbau warga di barat daya Teheran untuk mengungsi demi memberi ruang bagi operasi udara terhadap instalasi militer Iran. Akibatnya, jalan-jalan menuju wilayah utara dari Teheran dipadati kendaraan warga yang melarikan diri dari kemungkinan serangan.
Pemerintah Iran mulai memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar. Meski demikian, Menteri Perminyakan Mohsen Paknejad menegaskan pasokan untuk masyarakat akan tetap aman.
Sementara itu, suasana mencekam juga terasa di Tel Aviv. Dalam dua jam pertama Rabu pagi, militer Israel mengonfirmasi adanya dua gelombang serangan rudal dari Iran.
Bentrokan juga pecah di kota Rey, selatan Teheran, antara pasukan keamanan Iran dan kelompok bersenjata misterius yang diduga berafiliasi dengan Israel.
Israel disebut telah menyerang sejumlah target penting, termasuk universitas yang dikaitkan dengan Garda Revolusi dan fasilitas rudal balistik Khojir, lokasi yang sebelumnya juga menjadi sasaran pada Oktober lalu.
Menurut pernyataan seorang pejabat militer Israel, 50 jet tempur dikerahkan untuk menghantam sekitar 20 target strategis di Teheran, termasuk pusat produksi bahan dan komponen rudal.
Korban Jiwa Iran-Israel Terus Bertambah

Pihak berwenang Iran menyebutkan sedikitnya 224 orang tewas, mayoritas warga sipil, namun data itu belum diperbarui dalam beberapa hari terakhir.
Dari pihak Israel, 24 warga sipil dilaporkan tewas akibat sekitar 40 dari 400 rudal Iran yang berhasil menembus sistem pertahanan mereka.
Menanggapi situasi genting ini, Israel mulai memulangkan warganya yang terjebak di luar negeri lewat operasi pengangkutan udara darurat.
Ketegangan yang melibatkan kekuatan besar ini pun mulai mengguncang pasar global. Meski Israel menyatakan tujuannya adalah menghancurkan program nuklir Iran, sebagian fasilitas Iran, seperti pengayaan di Fordow yang terkubur di dalam gunung, hanya bisa dijangkau oleh bom khusus milik AS.
Trump Pertimbangkan AS Gabung Israel
Sumber internal Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump bersama tim keamanannya kini sedang mempelajari berbagai skenario aksi militer.
Pada Selasa, Trump berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menggelar pertemuan tertutup selama 90 menit dengan Dewan Keamanan Nasional.


Comment