Donald Trump Desak Iran Menyerah Tanpa Syarat

Donald Trump Desak Iran Menyerah Tanpa Syarat

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. © Reuters

Jakarta, PANRITA.News – Konflik udara antara Israel dan Iran memasuki hari kelima. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan agar Iran menyerah tanpa syarat.

Lewat unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyampaikan pesan tajam, bahkan memperingatkan bahwa kesabaran Amerika Serikat terhadap Teheran mulai habis.

“Kami tahu di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ mereka bersembunyi. Kami belum akan membunuhnya… setidaknya untuk saat ini,” tulis Donald Trump.

Tak lama kemudian, Trump kembali menambahkan: “MENYERAH TANPA SYARAT!”

Sementara itu, dari pihak Israel, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan peringatan keras kepada Ayatollah Ali Khamenei. Ia menyamakan nasib pemimpin tertinggi Iran itu dengan Saddam Hussein, mantan Presiden Irak yang digulingkan dan dieksekusi pada 2006.

“Jangan terus melakukan kejahatan perang dengan menyerang warga Israel,” kata Katz dalam pertemuan militer di Tel Aviv.

Di lapangan, suasana semakin panas. Ledakan mengguncang ibu kota Iran, Teheran, serta kota Isfahan. Di sisi lain, sirene serangan udara meraung di Tel Aviv dan wilayah selatan Israel saat rudal Iran kembali diluncurkan.

Militer Israel mengklaim telah membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas peluncuran dan gudang rudal di Iran.

Komentar Trump, yang kerap berubah-ubah antara ancaman dan pendekatan diplomatik, justru memperkeruh ketidakpastian. Ia sempat menyebut kemungkinan mengirim Wakil Presiden JD Vance atau Utusan Khusus Steve Witkoff untuk berdialog dengan pejabat Iran. Namun, tak lama kemudian, ia menyiratkan bahwa sesuatu yang jauh lebih besar mungkin akan terjadi, tanpa menjelaskan secara rinci.

Trump juga mengadakan pertemuan tertutup dengan Dewan Keamanan Nasional AS selama 90 menit untuk membahas perkembangan konflik.

Sementara itu, Washington memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengerahkan tambahan jet tempur. Menurut beberapa pejabat, langkah ini masih bersifat defensif, termasuk dalam membantu Israel menangkis serangan rudal Iran.

Meskipun ketegangan terus meningkat, belum ada indikasi bahwa AS akan terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Namun, nada ancaman yang terus bergema dari kedua belah pihak.

Comment