Jakarta, PANRITA.News – Inter Milan masih terus melakukan upaya negosiasi demi mendapatkan Rasmus Hojlund untuk memperkuat lini depan mereka di bursa transfer musim panas ini.
Striker muda asal Denmark itu dinilai cocok mengisi lubang di lini serang Nerazzurri, namun rencana mendatangkannya tidak akan dilakukan lewat jalur transfer biasa.
Tingginya harga yang dipatok Manchester United membuat Inter harus memutar otak. Alih-alih membeli langsung, mereka kini merancang skema peminjaman dengan opsi pembelian di musim berikutnya.
Balik ke Italia? Inter Siap Buka Pintu
Rasmus Hojlund sebelumnya sempat bersinar bersama Atalanta sebelum direkrut MU. Namun, penampilannya di Premier League sejauh ini belum sesuai ekspektasi. Situasi ini membuka peluang bagi Inter untuk memulangkannya ke Serie A.
Kebutuhan akan penyerang baru makin mendesak setelah Inter melepas Marko Arnautovic dan Joaquin Correa. Mehdi Taremi juga dikabarkan akan segera angkat kaki. Tak heran jika nama Hojlund mencuat sebagai solusi yang menjanjikan.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, selain Rasmus Hojlund, Inter juga hampir merampungkan kesepakatan dengan Parma untuk merekrut penyerang muda Ange-Yoan Bonny. Namun, fokus utama tetap tertuju pada Rasmus Hojlund yang diproyeksikan jadi pelapis ideal bagi Lautaro Martinez dan Marcus Thuram.
Rasmus Hojlund Terlalu Mahal? Inter Tawarkan Solusi Kreatif
Masalah utama tentu saja harga. Manchester United disebut hanya bersedia melepas Rasmus Hojlund dengan mahar minimal 45 juta euro. Padahal dua tahun lalu, MU menggelontorkan lebih dari 75 juta euro (sekitar Rp1,3 triliun) saat memboyongnya dari Atalanta.
MU tak ingin merugi, sementara Inter belum siap mengeluarkan dana sebesar itu dalam satu waktu. Solusinya? Peminjaman berbayar dengan opsi beli di tahun 2026. Bahkan, Inter disebut siap menawarkan biaya pinjaman yang cukup besar untuk menurunkan nilai pembelian permanen nantinya.
Apakah strategi ini akan berhasil? Semua mata kini tertuju ke meja negosiasi antara dua klub raksasa Eropa tersebut.

Comment