Breaking News: Israel Luncurkan Serangan Kedua, Situs Nuklir Iran Dihancurkan

Breaking News: Israel Luncurkan Serangan Kedua, Situs Nuklir Iran Dihancurkan

Israel kembali meluncurkan serangan udara terbaru yang menyasar sejumlah wilayah strategis di Iran pada Jumat (14/6/2025) Malam waktu setempat.

pemprov-sulsel

Jakarta, PANRITA.News – Ketegangan antara Israel dan Iran kembali berlanjut. Pada Jumat malam waktu setempat, Israel meluncurkan serangan udara terbaru yang menyasar sejumlah wilayah strategis di Iran.

Media Iran melaporkan ledakan di pinggiran utara dan selatan Teheran dan di Fordow, dekat kota suci Qom, lokasi nuklir kedua yang terhindar dari gelombang serangan pertama. Pertahanan udara diaktifkan di seluruh Teheran dan ledakan terdengar di Isfahan.

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang lokasi peluncuran rudal dan pesawat tak berawak Iran, dan telah menyerang lokasi nuklir lain di Isfahan.

Akibat serangan tersebut, Pemerintah Teheran mengancam bahwa “gerbang neraka akan terbuka” sebagai bentuk balasan.

Sementara itu, Israel menyatakan aksi militer ini baru permulaan dari operasi besar yang mereka beri nama “Operasi Singa yang Bangkit”.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengingatkan bahwa Iran masih memiliki kesempatan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Ia menyerukan agar Teheran segera menyepakati perjanjian terkait program nuklirnya sebelum situasi makin memburuk.

Ledakan dilaporkan mengguncang pinggiran utara dan selatan Teheran, serta kawasan Fordow di dekat kota suci Qom, yang merupakan salah satu situs nuklir penting Iran. Pertahanan udara Iran pun dikerahkan secara menyeluruh. Suara dentuman juga terdengar di wilayah Isfahan, tempat Israel mengklaim telah menyerang fasilitas nuklir lainnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk mencegah ancaman eksistensial dari Iran. Dalam pidatonya di televisi, ia menyamakan situasi saat ini dengan kegagalan dunia menghentikan Holocaust pada era Perang Dunia II.

“Operasi ini akan terus berlangsung selama dibutuhkan untuk menyingkirkan ancaman tersebut,” ujar Netanyahu.

Ia juga menambahkan bahwa sejarah akan mencatat keberanian generasi ini dalam menghadapi bahaya demi masa depan bersama.

Di pihak lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut Israel telah bertindak keji dan akan menghadapi “nasib yang pahit.”

Melansir Reuters, Trump menyatakan belum jelas apakah program nuklir Iran bisa terus bertahan. Meski begitu, ia mengatakan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan hari Minggu masih berada dalam agenda, meski tak pasti akan benar-benar terlaksana.

“Saya berusaha keras menyelamatkan Iran dari kehancuran. Saya ingin mereka mencapai kesepakatan,” ujar Trump.

Di media sosial Truth Social, Trump sebelumnya juga menulis: “Iran harus segera menyepakati kesepakatan, sebelum semuanya terlambat.”

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Israel, Tzachi Hanegbi, mengakui bahwa serangan militer tidak cukup untuk menghentikan program nuklir Iran.

Namun, ia meyakini aksi tersebut dapat membuka jalan menuju kesepakatan jangka panjang yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Comment