Jakarta, PANRITA.News – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebut saat ini banyak warga yabg terpengaruh radikalisme.
Berdasarkan data BNPT, ada 2.157 WNI berangkat ke Irak dan Suriah untuk menjadi pengikut paham radikalisme seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, mengatakan ada sekitar 20.000 WNI lainnya yang hampir berangkat, tetapi berhasil dicegah.
“Bisa lebih dari 2.158 yang hari ini pernah berangkat ke Irak dan Suriah, dan bisa berangkat 10.000-20.000 lainya kalau tidak ditahan,” kata Boy, Selasa (08/02/2022).
Jumlah tersebut adalah akumulasi sejak 2011 hingga saat ini. Boy mengatakan, keberangkatan para WNI karena terpapar paham radikalisme lewat media sosial maupun secara langsung.
Menurutnya, orang yang telah terpengaruh akan rela berangkat meski dengan menjual rumah, harta benda, serta membawa anak dan istri.
Boy mengatakan, sejumlah cara dilakukan untuk mencegah hal tersebut. BNPT mengajak berbagai pihak untuk memperkuat pilar Undang-Undang Dasar 1945, Ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
BNPT juga menggerakkan program untuk melawan narasi radikalisasi di media sosial.

Comment