Presiden Suriah Keluarkan Dekrit Hapus Jabatan Ulama Muslim Terkemuka

Presiden Suriah Keluarkan Dekrit Hapus Jabatan Ulama Muslim Terkemuka

Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

International, PANRITA.News – Presiden Suriah, Bashar al-Assad, merilis dekrit berisi penghapusan jabatan ulama Muslim terkemuka untuk negara tersebut. Dekrit itupun memperluas wewenang kementerian yang mengawasi urusan agama.

Dilansir dari detik.com, Selasa (16/11/2021), kantor berita Suriah, SANA News Agency, menyatakan dekrit itu mulai berlaku pada Senin (15/11) waktu Suriah.

Dekrit itu secara tidak langsung memaksa Ahmed Badreddin Hassoun, yang ditunjuk sebagai Mufti Besar oleh Assad tahun 2004, untuk pensiun.

Sehingga itu membuat Hak prerogatifnya akan dilebur ke dalam sebuah dewan yang berada di bawah Kementerian Urusan Agama, atau semacam Wakaf, yang mengawasi urusan agama Islam di Suriah.

Dewan Yurisprudensi Islam mulai sekarang akan menentukan penanggalan dan mengambil keputusan dalam berbagai urusan terkait ritual keagamaan.

Tidak dijelaskan alasan di balik penghapusan jabatan itu. Namun ini terjadi setelah bertahun-tahun pemerintah Suriah berupaya memperluas pengawasan negara atas urusan agama.

Tahun 2018, Assad menerbitkan dekrit yang membatasi masa jabatan Mufti, yang sebelum tidak terbatas, menjadi periode yang bisa diperbarui selama tiga tahun.

Dekrit terbaru itu juga memperluas wewenang Menteri Wakaf, yang mengizinkan untuk menunjuk Mufti, yang sebelum hanya bisa ditunjuk oleh Presiden Suriah.

Hal itu memicu kontroversi, dengan banyak orang di media sosial menyebut hal itu menjadi bentuk campur tangan negara dalam urusan agama.

Pihak lainnya menyebut itu menjadi cara untuk meregulasi ceramah keagamaan demi ‘memerangi ekstremisme’.

Tinggalkan Komentar