DPRD Bontang Soroti Kebijakan Penjaga Pasien RSUD Taman Husada Bayar Rapid Test

Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nur Salam.

Bontang, PANRITA.News – Kebijakan Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Taman Husada Bontang mewajibkan penjaga pasien melakukan Rapid test antigen, disoroti anggota Komisi II DPRD Bontang, Nur Salam.

Politisi Golkar itu meminta Wali Kota Bontang untuk meninjau ulang kebijakan RSUD tersebut. Ia menilai hal itu memberatkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat ia meminta jeda bicara kepada Pimpinan rapat Paripurna, Andi Faizal Hasdam, Rabu (28/04/2021).

“Bayangkan kalau mesti swab semua dari 200 ribu semua pengunjungnya tiga orang mesti di swab semua harganya saja sudah berapa,” ungkap Nur Salam.

Nur Salam mengutarakan hal ini tidak dibenarkan. Ia meminta pihak rumah sakit yang berkewajiban menyiapkan fasilitas rapid test tersebut.

“Karena rumah sakit yang mengeluarkan aturan tersebut mestinya rumah sakit yang menyiapkan dan dibebaskan dari anggaran swab,” pintanya.

Selanjutnya kedepan pihaknya bakal menindaklanjuti jika dalam waktu dekat RSUD tidak mengubah kebijakan berupa Surat Keputusan Direktur RSUD tersebut.

Sebelumnya diketahui RSUD Taman Husada telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) sejak 22 Maret 2021 lalu. Keputusan itu menjelaskan bahwa seluruh biaya rapid bagi penjaga pasien sepenuhnya di tanggung masing-masing. Meski dijelaskan akan mendapat potongan dari harga normal.

“Bagi penunggu pasien, harus diswab dulu, tapi ada diskon yang kami berikan, dari harga sebelumnya Rp250 ribu kami kasih Rp100 ribu, dan itu berlaku hingga pasien keluar dari RSUD,” ujar Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada Drg Toetoek Pribadi Ekowati, M.Kes tanggapi Rapid Test Berbayar bagi penjaga pasien.

Tinggalkan Komentar