DPRD Bontang Sarankan Vaksinasi Saat Ramadhan Sebaiknya Usai Berbuka Puasa

Anggota DPRD bontang Abd Malik.

Bontang, PANRITA.News – Anggota DPRD Bontang Abd Malik, menyarankan agar penyuntikan vaksin sinovac di Bulan suci Ramadhan, tetap dilakukan Namun waktunya setelah berbuka puasa hingga waktu menjelang Sahur.

“Program pemerintah dalam penanganan covid lewat vaksinasi saya mendukung penuh yah,” ujar nya saat dihubungi, Sabtu (20/3/2021).

Namun menurutnya, sebaiknya Dinas Kesehatan dapat memperhatikan rekomendasi MUI soal waktu penyuntikan vaksin Sinovac ini.

Pertimbangannya, jika dilakukan saat siang hari, dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

“Kan bisa tuh, dilakukan setelah buka puasa sampai waktu imsak,”

Hal tersebut menurut Abd Malik, sesuai dengan rekomendasi MUI terkait vaksinasi Covid-19 pada bulan Ramadhan.

“Jadi rekomendasi MUI jelas, kalau vaksin bisa asal memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa, Solusinya yah malam. apalagi kondisi fisik ketika sedang puasa jadi lemah,” ujarnya.

“Yah saya harap, masyarakat Bontang, khusus untuk umat islam yang berkesempatan mendapat vaksik saat Ramadhan, untuk berpartisipasi,agar terbebas dari wabah covid 19,” harapnya.

Baru baru ini Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa

Berdasarkan fatwa itu, Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.

Adapun yang dimaksud injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot

Abd Malik menjelaskan jika dalam hal ini tidak dalam bingkai mengoreksi fatwa MUI.

Menurutnya, sesuatu yang masuk dalam tubuh atas unsur kesengajaan dapat membatalkan puasa.

“Sejauh yang saya tau, apapun yang masuk ke dalam tubuh secara di sengaja bisa membatalkan puasa, dan saya tidak dalam hal mengoreksi fatwa tersebut,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar