Menteri Dalam Negeri Turki Mundur Usai Lockdown Berujung Ricuh

Suleyman Soylu

Suleyman Soylu (Foto: Adem ALTAN / AFP)

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengundurkan diri dari jabatannya usai tak mampu menangani lockdown.

Karantina wilayah Turki yang hanya berlangsung selama akhir pekan tak disiapkan dengan matang, dan malah memicu kepanikan.

“Untuk negara yang secara pribadi tak pernah ingin saya rugikan, dan kepada presiden yang kepadanya akan terus memperoleh loyalitas saya, mohon maaf,” kata Soylu dalam keterangannya, Minggu (12/4).

Pemerintah Turki memutuskan bakal menerapkan lockdown di 31 provinsi selama 48 jam di akhir pekan lalu. Kebijakan disiarkan pada Jumat (10/4) pukul 10 pagi atau dua jam sebelum penerapan.

Sayangnya, pengumuman dilansir mendadak hingga memicu kepanikan di Turki. Warga melakukan protes terhadap kebijakan yang datang tiba-tiba, lalu berdemonstrasi.

Warga di kota besar seperti Istanbul berbondong-bondong ke supermarket untuk memborong seluruh kebutuhan. Keinginan untuk menerapkan pembatasan sosial gagal total.

Soylu merasa bertanggung jawab atas kericuhan yang muncul. “Dari pengalaman saya, seharusnya kebijakan tak boleh memicu kegentingan semacam itu, dan tanggung jawab sepenuhnya ada di pundak saya,” tambah Soylu.

Soylu merupakan politisi senior. Selain menjabat Mendagri, ia merupakan Wakil Ketua Umum partai penguasa AKP. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengamanahkan posisi Mendagri sejak 2016 lalu.

Catatan kasus positif virus corona di Turki terus menanjak sejak akhir Maret. Hingga Minggu (12/4), Turki mencatat ada 56.956 kasus dengan angka kematian mencapai 1.198, dan pasien sembuh sebanyak 3.446.

Tinggalkan Komentar