Penyebaran Korona Bertambah Jadi 18 Negara, 9.000 Orang Terinfeksi

Kemenkes Imbau WNI Waspadai Virus Korona di Korea dan Jepang

Warga menggunakan masker untuk menghindari penyebaran virus pneumonia di pusat kota Tokyo, Kamis (16/1). Kemenkes mengingatkan WNI yang berkunjung ke Korea dan Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi virus korona jenis baru. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Penyebaran virus korona yang terdeteksi positif bertambah menjadi 9.066 orang dan yang terduga sebanyak 12.167. Secara global, virus itu ada di 18 negara dengan bertambahnya tiga negara, sebut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 30 Januari 2020. Ketiga negara itu adalah Finlandia, India dan Filipina.

Berdasarkan data resmi jumlah kematian akibat virus korona di Tiongkok terus menanjak menjadi 213 orang hingga Jumat (31/1/2020) pagi.

Selain itu terdapat pula 162 orang yang dinyatakan sembuh sehingga sudah bisa meninggalkan rumah sakit, demikian otoritas kesehatan setempat.

Finlandia adalah negara Eropa ketiga yang melaporkan kasus tersebut setelah Prancis dan Jerman.

Beberapa negara yang melaporkan penambahan kasus adalah Jepang dari tujuh kasus menjadi 11 kasus, Singapura dari tujuh menjadi 10 kasus, Malaysia dari empat menjadi tujuh kasus, dan Prancis dari empat menjadi lima kasus.

Negara lainnya dengan kasus positif virus corona yang jumlahnya tetap adalah Korea Selatan (4), Vietnam (2), Kamboja (1), Thailand (14), Nepal (1), Sri Lanka (1), Amerika Serikat (5), Kanada (3), Jerman (4), dan Uni Emirat Arab (4).

Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang kasus terbanyak wabah tersebut, yakni 5.806 orang dinyatakan positif, 204 orang tewas, dan 116 orang dinyatakan sembuh.

Ibu Kota Provinsi Hubei di Wuhan sebagai episentrum virus tersebut juga masih mencatat angka kematian tertinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di provinsi itu, yakni sebanyak 159 orang.

Dari seluruh kasus virus corona di luar Tiongkok, hampir seluruhnya memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan.

Tinggalkan Komentar