PANRITA.News – Seorang wali kota yang bernama Patricia Arce diseret di jalanan tanpa alas kaki oleh para demonstran di Bolivia. Ia disiram cat berwarna merah dan rambutnya dicukur paksa.
Demonstran juga memaksa wali kota yang merupakan anggota Partai Sosialis, untuk mundur.
Arce dituduh mengerahkan massa pendukung presiden untuk membubarkan aksi demonstrasi yang memblokade jembatan Vinto, Provinsi Cochabamba.
Demonstrasi itu merupakan salah satu rangkaian bentrokan antara pendukung pemerintah dan kubu oposisi setelah pemilu di Bolivia pada 20 Oktober lalu.
Arce juga dituding memiliki peran dalam kematian dua demonstran oposisi saat bentrokan antara kedua kubu terjadi.

Comment