Viral Ketik “Monyet Cukur Rambut” di Google Muncul Gambar Jokowi, Berikut Penjelasannya

Saat mengetik monyet cukur rambut di mesin pencari Google, maka akan muncul gambar Jokowi dan Donald Trump.

Saat mengetik monyet cukur rambut di mesin pencari Google, maka akan muncul gambar Jokowi dan Donald Trump.

Makassar, PANRITA.News – Lagi viral di media sosial (Medsos) sebuah ajakan untuk memasukkan kata kunci “monyet cukur rambut” di mesin pencarian google.

Warganet pun dibuat penasaran oleh ajakan Akun Facebook Gandhi Waluyan yang mengunggah status kalimat ajakan.

“Coba ketik di google: monyet cukur rambut. Mesin pencari berita ini akan memunculkan gambar,” ajak Gandhi.

(https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214848711239551&id=1479746067)

Ternyata hasilnya memang cukup mengejutkan ketika Panrita.news mencoba hal yang sama dengan memasukkan kata kunci “monyet cukur rambut” di mesin pencari google. pada Sabtu, (6/7/2019).

Selain keluar gambar monyet sedang dicukur rambutnya, juga keluar gambar atau Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga sedang dicukur rambutnya langsung muncul pada urutan pertama.

Selain foto Jokowi, foto meme Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga muncul.

Mengapa bisa demikian?

Berikut penjelasan tertulis Reinardo Sinaga, Ketua Umum Hoax Crisis Centre (HCC) Kalimantan Barat seperti dikutip dari Kompas.com

Menurut pria yang akrab disapa Edo ini, tak perlu ada yang panik atau khawatir dengan kata kunci “monyet cukur rambut” di kolom pencarian Google, lalu muncul foto Jokowi pada urutan pertama dan monyet yang sedang dicukur rambutnya pada urutan berikutnya.

“Jawabannya sebenarnya mudah. Karena semua foto itu berasal dari berita yang dimuat di sejumlah media nasional yang memuat kata kunci: cukur rambut,” tulis Edo, Rabu (3/7/2019).

Jika ditelusuri lebih lanjut, foto-foto itu berasal dari berita yang memuat kejadian dicukurnya rambut Jokowi, termasuk sejumlah media nasional pun memberitakan itu.

“Sehingga kata kunci cukur rambut di sini terlacak oleh mesin Google,” ujarnya.

Kemudian, search engine optimization (SEO) dari masing-masing portal berita membuat foto Jokowi di artikel tersebut mejeng di halaman pertama Google walau pengguna hanya mengetikkan kata “cukur rambut” di kolom pencarian.

“Jadi, tidak ada foto Jokowi yang muncul jika hanya pakai kata kunci monyet tanpa kata cukur rambut di dalamnya. Itu karena mesin pencari Google mengolah kata-kata yang tersebar di dunia maya dan melacaknya,” ungkapnya.

Lalu kenapa timbul foto berikutnya adalah monyet jika ditambahkan kata “monyet cukur rambut” dan kemudian masih muncul foto Jokowi, lagi-lagi ini karena viralnya meme monyet yang bercukur rambut.

“Seperti meme Donald Trump,” ucapnya.

Kemudian, lanjut relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) ini, Google di pencariannya akan membaca tiap kata yang populer dan trending di pencarian.

Jadi, ketika cari “monyet cukur rambut” kemudian muncul foto Jokowi itu diakibatkan sistem pencarian Google membaca kata yang paling trending terlebih dahulu, yakni berita tentang bercukur rambutnya Jokowi dan bukan monyetnya.

Hal ini, lanjut Edo, sama dengan kejadian publik yang dihebohkan terkait berita pencarian Google saat mengetik kata “setan”, lalu muncul wajah Amien Rais.

Kenapa demikian? Karena pada saat itu sedang ramai pemberitaan Amien Rais menyebutkan kata “partai setan” di media massa, khususnya media online.

Secara otomatis, ketika banyak media yang memberitakan, kata “setan” di search engine akan mengarah pada foto berita tersebut yang memuat wajah Amien Rais. Lalu, ada juga di foto berikutnya, foto penampakan setan.

“Nah, inilah sisi negatifnya SEO di Google. Jadi, pengguna internet jangan panik. Mari kita bijak sebagai pengguna,” kata Edo.

Sumber: Kompas |

Tinggalkan Komentar