Refleksi “Balibo Berdarah, Pernikahan Sedarah, Kakek Setubuhi Cucu” di Bulukumba

Refleksi Bulukumba

Ilustrasi

Bulukumba, PANRITA.News – Dalam sepekan terakhir, Warga Bulukumba, Sulawesi Selatan dihebohkan oleh sejumlah kejadian yang sulit diterima oleh akal sehat.

Balibo Berdarah

Dusun Passimbungan jadi saksi kebiadaban seorang adik kepada kakaknya. Minggu Minggu (30/6/2019) sore itu,  Tilling Bin H. Cama (58) tewas di tebasan sang sedarah. Amarah tak sedikit pun tak menyisakan rasa.

Dari hasil interogasi Anggota Unit Reskrim Polsek Kindang, kejadian berawal saat korban yang baru saja mengkomsumsi Minuman keras (Miras) berjenis Ballo (Arak) sempat membuat keributan.

Keributan tersebut membuat tersangka yang merupakan adik kandung dari korban, menegur agar korban tidak membuat keributan di rumah.

Korban yang saat itu tidak terima diditegur oleh Adik (Tersangka) langsung mengejar tersangka dengan membawa Senjata Tajam sejenis Parang.

Pada saat terjadi aksi saling kejar mengejar, tiba-tiba tersangka langsung mencabut Senjata Tajam sejenis Parang yang ia bawa dan langsung menebas arah bagian wajah korban sehingga korban langsung jatuh tersungkur dan Meninggal Dunia.

Pernikahan Sedarah

Kehebohannya belum usai, publik Butta Panrita Lopi, slogan Kabupaten Bulukumba, kembali dihentak.

Bermadu cinta di hubungan terlarang. Benih rasa berakhir di kandungan. Cinta tak sedikit pun menyisakan rasa. Meski malu, aib dan murka jadi taruhan. Sedarah tak melulu “berdarah”.

Pria beristri (AN) diam-diam menjalani hubungan gelap dengan adik kandungnya sendiri. Bahkan hubungan gelapnya mengakibatkan adiknya sedarahnya berbadan dua.

Diduga hubungan gelapnya telah berlangsung sejak 6 bulan terakhir.

Istri sahnya pun yang mengetahui setelah Suaminya mellakukan pernikahan sedarah langsung melaporkan ke Polres Bulukumba.

Kakek Setubuhi Cucu Sendiri

Perbincangan mengenai Balibo Berdarah dan Pernikahan Sedarah belum usai, Kembali beredar lagi video seorang Kakek (CE) di Bontotiro, Bulukumba ditangkap karena tega menyetubuhi cucunya sendiri.

Kakek tersebut mencabuli dan menyetubuhi cucu dari sepupu istrinya sendiri NR.

Saat diinterogasi, pelaku CE mengungkapkan perbuatan yang tak senonoh itu dia lakukan dua kali di rumahnya pada Juni 2019.

“Pertama dilakukannya dengan mengiming-imingi korban uang Rp 20 ribu, keduanya dikasih uang Rp 5 ribu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKB Berry Juana Putra, Jumat (5/7/2019).

Dugaan sementara, lanjutnya, pelaku melakukan itu karena kesepian ditinggal sang istri ke Malaysia.

“Refleksi Sabtu Malam” Rumah Ide To Panrita

Entah besok apalagi…..!

Apa yang terjadi…?  Apa yg salah dengan kita…? Inikah tanda akhir zaman itu…? Kenapa duka itu terus merundung “Kampung” Bulukumba…?

Rumah Ide To Panrita mengajak anda untuk hadir dalam dialog kontemplasi “Refleksi Sabtu Malam”. Mungkin di sana akan ditemukan jawaban secara jujur, apa dan bagaimana setelah ini semua.

Kegiatan ini akan menghadirkan Pemerintah Kabupaten, DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda,  Tokoh Perempuan, Budayawan, dan Aktivis.

Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Juli 2018, Pukul 19.30 Wita, di Kantor Rumah Ide To Panrita Jln Jenderal Sudirman No 15 (Eks Warkop Espresso) Bulukumba.

Tinggalkan Komentar