Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi Meninggal saat Diadili

Mohammed Morsi dilengserkan oleh militer tahun 2013, setahun setelah dipilih dalam pemilu. (FOTO: GETTY IMAGES)

Mohammed Morsi dilengserkan oleh militer tahun 2013, setahun setelah dipilih dalam pemilu. (FOTO: GETTY IMAGES)

Kairo, PANRITA.News – Mantan Presiden Mesir dan juga tokoh terkemuka ikhwanul muslimin Muhammad Mursi meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah pingsan di balik kerangkeng terdakwa dalam ruang sidang di Kairo, Senin (17/6/2019).

Dia jatuh pingsan ketika disidang dalam kasus dakwaan mata-mata dan tak lama kemudian meninggal dunia. Stasiun televisi pemerintah Mesir melaporkan, penyebab kematian Mursi adalah serangan jantung.

Para aktivis dan keluarganya sudah lama mengatakan bahwa Mursi tidak menerima perawatan secara serius terkait kesehatannya, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Mereka juga menganggap bahwa Mursi secara terus-menerus ditahan di dalam sel isolasi.

Sumber dari gedung pengadilan dikutip AFP Senin (17/6/2019) menerangkan, Mursi sedang berbicara kepada hakim selama 20 menit ketika dia tiba-tiba roboh.

“Saat itu, dia tengah bersemangat sebelum jatuh pingsan. Mursi segera dilarikan ke rumah sakit di mana dia kemudian dinyatakan meninggal dunia,” kata sumber itu.

Mursi meninggal pada usia 67 tahun disaat harus menghadapi serangkaian sidang. Al Jazeera menyebutkan kalau Mursi bersama 23 orang lainnya disidang atas tuduhan berkolaborasi dengan hamas. Saat pingsan, hakim sempat memutuskan agar persidangan ditunda dan dilanjutkan esoknya.

Untuk informasi, Mursi sebenarnya menjadi presiden Mesir yang sah pada 2011. Itu adalah pemilu demokratis setelah revolusi Mesir. Namun, dia hanya menjabat setahun dari masa jabatan seharusnya yakni empat tahun. Mursi lantas digulingkan setelah adanya protes massal dan kudeta militer pada Juli 2013.

Leave a Reply