Suami Gadaikan Istri Rp250 Juta, Akhirnya Berujung Kasus Pembunuhan

Suami gadai istri sekaligus pelaku pembunuhan ditangkap (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Suami gadai istri sekaligus pelaku pembunuhan ditangkap (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Lumajang, PANRITA.News – Gara-gara Hori (42) tidak mampu menebus istrinya yang ia gadaikan, Ia pun berniat membunuh orang yang memberinya pinjaman.

Namun sialnya, Dia justru membunuh orang yang salah.

Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur, mengungkap pembunuhan berencana yang dilakukan tersangka yang merupakan warga Desa Jenggrong.

Awalnya, Pelaku ingin membunuh Hartono (40), warga Desa Sombo, namun sialnya justru membunuh Muhammad Toha (34) di jalan desa setempat.

“Warga Kabupaten Lumajang digegerkan dengan berita pembunuhan berencana salah sasaran yang terjadi di jalan desa di Dusun Argomulyo, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit,” kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, Rabu (13/6/2019).

Menurutnya peristiwa tersebut diawali tersangka HI yang meminjam uang kepada Hartono sebesar Rp250 juta dengan jaminan istrinya. sehingga istri tersangka dengan inisial R (35) diserahkan ke Hartono dan istrinya akan dikembalikan hingga tersangka mampu melunasi utangnya.

Setelah 1 tahun berlalu, tersangka Hori ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang, bukan dengan sebidang tanah.

“Satu tahun berlalu, HI ingin menebus utangnya dengan memberikan sebidang tanah, agar istrinya bisa diambil kembali dan hal itu ditolak oleh Hartono,” tuturnya.

Karena kecewa, akhirnya tersangka Hori merencanakan pembunuhan dan mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo Gucialit.

“Saat melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban. Namun, setelah pembacokan, pelaku keget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha,” katanya.

Arsal mengaku prihatin karena pelaku mengalami degradasi moral dengan menggadaikan istrinya kepada orang lain dinilai tidak wajar.

“Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya, sehingga saya akan dalami motif sebenarnya dan kasus itu bukan hanya masalah pembunuhan, namun juga ada persoalan lain karena pelaku menggadaikan istrinya sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan peristiwa tersebut tentu di luar nalar karena selama ini yang digadaikan adalah barang berharga.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara.

“Pelaku mengakui bahwa pembunuhan tersebut telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus dan mendapatkan kembali istrinya,” katanya.

Pelaku pun akhirnya dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Tinggalkan Komentar