KPK Lakukan Pemeriksaan Fisik 25 Aset Pemkot yang Bermasalah, ini Hasilnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan pengecekan fisik terhadap 25 aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang bermasalah, pada Rabu (1/5/2019).

Makassar, PANRITA.News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan pengecekan fisik terhadap 25 aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang bermasalah, pada Rabu (1/5/2019).

“Kemarin kita sudah ada pertemuan dan kita sudah melihat bagaimana kondisi administrasinya. NahSekarang kita lakukan pengecekan fisik. Inikan memperkuat dugaan kita terkait permasalahan aset yang ada di Kota Makassar.” kata Koordinator Wilayah VIII Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI, Adliansyah Malik Nasution saat melakukan pengecekan fisik 25 aset Pemkot Makassar yang bermasalah.

Adliansyah yang juga akrab disapa Coki ini menjelaskan, terkait kasus Fasum Fasos, pihaknya telah melihat beberapa aset yang kemungkinan besar layak untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan sebagai daftar aset negara.

“Sementara untuk yang ada kaitannya dengan administrasi yang belum masuk ke ranah hukum kita akan handle,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya pun akan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengeluarkan surat kuasa khusus terkait penanganan berikutnya.

“Kita minta masukan-masukan dari beliau-beliau ini. Jadi kita bagi tugas, ada yang menindaklanjuti dari Jakarta ada juga dari daerah, termasuk BPN. Karena kan kasus ini ditangani juga oleh mereka,” tambahnya.

Ia pun mengatakan, untuk kasus Fasum Fasos sendiri bakal ditargetkan selesai setelah menganalisis semua data.

“Sangat tergantung dari data, karena kita harus menganalisis terlebih dahulu. Jadi Pemkot melapor ke kita, nanti kita yang akan koordinasi dengan kejaksaan,” pungkasnya.

Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) foto bersama usai melakukan pemeriksaan Fasum Fasos, di Rumah Makan Serigala, pada Rabu (1/5/2019).

Di tempat yang sama, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, di sisa masa jabatannya, dirinya menargetkan ingin mengendalikan segala kasus Fasum Fasos.

“Saya datang sebagai wali kota bukan ingin mengurangi Fasos, melainkan ingin mengendalikan. Itu janji saya,” katanya.

Melalui pendampingan KPK ini, Danny mengungkapkan dapat mendalami semua masalah di Kota Makassar. Termasuk pengecekan fisik kasus Fasum Fasos agar tidak bias.

Karena, kata Danny, semua ini bisa saja dikonotasikan dengan politik. Akan tetapi, menurut dia, hal tersebut tidaklah jadi masalah lantaran Pemilu yang selesai beberapa waktu lalu.

“Saya betul-betul sangat berhati-hati. Tetapi semua ini harus transparan, masyarakat berhak untuk terlibat (memonitoring) ini secara terbuka,” tuturnya.

Wali kota yang berlatar belakang dosen arsitek Unhas ini juga menerangkan, awalnya, Pemkot Makassar sendiri telah menemukan 200 titik masalah. Di mana kemudian hal ini berkembang hingga 700 item masalah. Bahkan, Danny juga memperkirakan, hal ini dapat mencapai 1000 titik masalah terkait Fasum Fasos.

“Walaupun saya sudah tinggalkan nanti, tapi ini akan tetap berjalan karena sudah diusut oleh KPK,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar