Chicago, PANRITA.News – CEO Boeing Dennis Muilenburg mengaku menyesal dan meminta maaf atas hilangnya 346 nyawa dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8.
Jenis pesawat tersebut mengalami kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia. Muilenburg pun mengakui dua kecelakaan tersebut tidak lepas dari masalah pada peran sistem kontrol penerbangan.
“Kami di Boeing menyesali atas nyawa yang hilang dalam kecelakaan 737 MAX baru-baru ini,” kata Muilenburg dalam pernyataan video yang dirilis di situs web perusahaan dilansir Cgtn, Jumat (5/4/2019).
Untuk pertama kalinya, menurutnya, bahwa dalam situasi berbahaya tertentu, Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, yang dikenal sebagai MCAS, dapat menyebabkan pilot kehilangan kendali atas sebuah pesawat sebagai respons terhadap data yang salah dari sensor eksternal pesawat.
“Kami berutang dan kami tahu bagaimana melakukannya,” katanya.
Dia berjanji untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghilangkan semua resiko yang dapat berdampak pada keselamatan penerbangan.
Pernyataan Boeing muncul setelah laporan investigasi awal mengenai kecelakaan Ethiopian Airlines menunjukkan bahwa pilot mengikuti prosedur yang disyaratkan, tetapi tidak dapat mengendalikan jet. Hal ini menunjuk pada potensi masalah dari sistem kontrol penerbangan pesawat.

Comment