Mahasiswa Palopo dan Bone Akhirnya Damai, Ini Harapan AYP

Mahasiswa Palopo dan Bone Akhirnya Damai, Ini Harapan AYP

Mahasiswa Palopo dan Bone Akhirnya Damai, Ini Harapan AYP

Makassar, PANRITA.News – Kisruh yang terjadi antar kelompok Mahasiswa asal Palopo dan Bone beberapa pekan terakhir di Universitas Islam Makassar (UIM) kini telah berakhir.

Berakhirnya konflik dua kelompok Mahasiswa ini, ditandai setelah melangsungkan pertemuan yang dimediasi oleh Rahmat Saleh (Andi Emmang) asal Bone dan Azis asal Palopo di Warkop Ardan Masogi Tamalanrea, Selasa, (27/11/18) malam.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Edi Gunawan, beberapa Personil Intelkam Polsek Tamalanrea, serta sejumlah mahasiswa asal Bone dan Palopo.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Edi Gunawan membuka pertemuan dan menyatakan bahwa permasalahan antar dua kelompok mahasiswa ini (Bone dan Palopo) sudah berakhir dengan damai.

“Pelaku utama yaitu Dewa Purnama sudah tertangkap dan ditangani Polrestabes Makassar. Jangan lagi ada saling mencari antara organda Bone maupun organda Palopo di Kampus UIM. Mari kita sudahi permasaalahan ini, sehingga perkuliahan kembali normal seperti biasa. Dan untuk proses hukum biarkan tetap berjalan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Andi Emmang selaku pemuda yang dituakan di kalangan mahasiswa bone.

“Mari kita sudahi permasaalah yang telah terjadi di Kampus UIM dan dibuatkan hitam di atas putih sehingga perkuliahan di Kampus UIM kembali berjalan normal dan terkait proses hukum biar tetap berjalan dan mari saling merangkul dan tidak adalagi ketakutan untuk masuk kuliah di Kampus UIM,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azis selaku yang dituakan mahasiswa Ipmil menghimbau agar tidak ada lagi Organisasi Daerah (Organda) Palopo yang kuliah di UIM melarang untuk masuk kuliah.

“Kita sama-sama menghentikan permasalahan antara palopo dengan Bone. Terkait proses hukum biar tetap berjalan dan jika ada yang memulai maka dianggap sebagai musuh bersama,” tegas Azis.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Nasional asal Bone, Andi Yuslim Patawari menyampaikan rasa terimakasihnya kepada kedua belah pihak yang telah mengambil sikap untuk berdamai.

Menurutnya, keputusan kedua kelompok mahasiswa yang mengambil inisiatif berdamai ini menghilangkan kekhawatiran mahasiswa lain yang ingin fokus kuliah.

“Kasihan adek-adek kita yang tidak tahu menahu masalah, tapi merasa was-was untuk beraktivitas. Sehingga dengan terjalinnya kembali silaturahim kedua keluarga besar mahasiswa ini, sangat kita harapkan tidak akan terulang konflik lagi,” harap AYP sapaan akrabnya.

“Kalau ada hal yang bisa menimbulkan konflik, ada baiknya tabayyun (konfirmasi) karena kita semua bersaudara, ada hubungan darah palopo dan bone,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar