Zul Majjaga, Penerjemah Restorasi dari Butta Konjo

Zul Majjaga

Zul Majjaga

Oleh: Fajard Erid
(Ketua Passe’re Community)

Bagaimanakah cara terbaik memahami segenap gagasan dari gambaran yang mendekati jawaban standar dari spirit restorasi dengan mengasumsikan format pemilu dalam aktivitas politik. Ringkasnya, Siapa dan seperti apa mereka yang ada disekitar aktivitas kewargaan kita yang secara konsisten menonjolkan Langkah-langkah politik yang mencipta tertib sosial, serta memperhitungkan peningkatan partasisipasi masyarakat lewat kampanye yang bertujuan membangun kepercayaan  masyarakat kembali kepada system politik.

Sambil terus menyaksikan sesuatu yang dramatis diantara daftar ingar – binger kampanye politik yang makin rumit ini. Setidaknya, Basis identitas nilai yang melekat sebagai symbol kekuatan yang wajib di impementasikan oleh setiap kadernya, akan memudahkan saya dalam mengambil kesimpulan setelah menyorot kampanye politik kader partai NasDem yang secara konsisten menunjukkan citra  yang diterjemahkan dengan mengekspresikan  kualitas cerdas  gerak Restorasi lewat aktivitas  kampanye politik.

Terminologi ‘restorasi’ mungkin sudah sangat biasa didengar saat ini. Restorasi sendiri dipahami dalam empat arti, yaitu memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan. Partai NasDem menjadikan ‘Restorasi Indonesia’ sebagai tagline resmi partai. Sebagai kata kerja, restorasi adalah gerak aktif. Karenanya, kata ini, oleh kader partai NasaDem, Restorasi sebagai gerak aktif itu dipahami sebagai tindakan reparasi untuk memperbaiki kerusakan, tindakan kurasi untuk menyembuhkan yang sakit dan terluka, tindakan rekonstruksi untuk membangun kembali yang roboh, tindakan regenerasi untuk melahirkan kembali angkatan yang positif dan kreatif, tindakan modernisasi untuk melayani manusia yang bergerak selaras zaman, dan berpuncak pada tindakan civilization sebagai momentum dan proses pembelajaran menjadikan manusia semakin manusiawi.

Atas alasan restorasi sebagai kata kerja inilah, saya berpendirian bahwa sosok Syamsul Bahri Majjaga, politisi Muda Partai NasDem Kabupaten Bulukumba ini, sejauh ini dalam mengartikulasi restorasi sebagai tindakan reparasi, terlihat berbulat sikap dalam membangun koalisi cerdas di antara dilema electoral dengan derajat toleransi pada politik nilai. Dimata saya, Beliau adalah bentuk nyata dari dialog aksi individu dengan proses kreatitivitas. Beliau menjalani pemilu ini dengan poin yang sangat tegas, Zul Majjaga terkesan mengekpresikan nilai-nilai restorasi setelah memaknai ke empat pilar restorasi dalam sudut pandang  moral perspektif. Kritiknya terhadap nilai – nilai berdemokrasi, di eksplorenya dengan kalkulasi intelektual yang elegan. Sebut saja teglinennya ‘ Suara Menyatukan Kita ‘. Sampai disini, penjelasan singkat  dan penjabaran sederhana ini sekaligus menjadi pengantar dalam mengenal sepak terjang beliau dalam pempersenjataI gerak politiknya dengan restorasi.

Politisi Muda kelahiran 07 November ini, menjalani masa studinya sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia. Zul Majjaga, dengan kesederhanaan yang dimilikinya, saat ini dipercaya sebagai juru bicara Partai NasDem Kabupaten Bulukumba. Bung Zul, sebagai aktivis pemuda yang dikenal kreatif dan memeliki relasi yang luas ini, dengan santun dan cerdas menjawab kepercayaan yang diberikan oleh partai nasdem kabupaten Bulukumba dengan gerak visionalnya yang edukatif dan kreatif.  Pemuda kehahiran Desa Batang yang juga di kenal dekat dengan media ini diketahui pernah menginisiasi Muhasabah Pemuda di makasar. Pembawaaannya yang santun dan murah senyum tentu saja mejadi modalitas sosialnya sampai respond an antusias masyarakat begitu tinggi kepadanya.

Integritas pria yang suka berpetualang ini, dipandang sebagai kekuatan personal  yang membawa Politisi Partai Naasem ini sebagai teladan bagi anak – anak muda di Bulukumba. Setidaknya itu tejadi pada dirti saya.

Calon Anggota Legislatif dari partai Nasdem Ini juga diketahui beberapa waktu lalau telah melouncing Buku saku identitas “Suara Menyatukan Kita“ yang dirangkaikannya dengan silaturahmi ide dan temu gagasan. Maka, Bagi saya. Menempatkan pemuda yang saat ini tercatat sebagai CALEG Partai NasDem Nomor URUT 5 ini sebagai penerjemah restorasi adalah jawaban dari Ketulusan yang di milikinya dalam mengabadikan aktivitas politiknya kedalam barisan yang mempertegas tindakan regenerasi untuk melahirkan kembali angkatan yang positif dan kreatif, tindakan modernisasi untuk melayani manusia yang bergerak selaras zaman, adalah tidak keliru.

Semoga ALLAH SWT memudahkan dan meridhai setiap langkahmu anak muda. sadar akan tanggung jawab yang kau emban, menuntunku untuk  menyisir puisi tanpa judul karya penyair besar Jerman Rainer Maria Rilke yang kurang lebih meluntukan nada dalam suara kalimat begini, “Alam menyedorkan segenap mahluk, pada penjelajahan keriangannya yang sumir, tanah tak mengistimewakan siapapun, maka sesuatu yang murni dan menopang  kita-lah yang menuntas sang dilema, kita tidak lebih intim dengannya, kecuali bahwa kita lebih bergairah ketimbang tumbuhan atau binatang, pergi bersama penjelajahan ini, sebuah petualangan nasib, lebih sesekali dari kehidupan itu sendiri, lebih berani.” Saya percaya, Tidak ada kekeliruan dalam persepsi sebjktifku ini.

Tinggalkan Komentar