Prabowo Dikritik Soal Guru Impor, Begini Penjelasan Partai Gerindra

Jakarta, PANRITA.News – Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menanggapi kritik Serikat Guru Indonesia (FSGI) tentang impor guru yang dianggap bukan cara bijak dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

Ahmad mengatakan, impor guru yang dimaksud kubu Prabowo-Sandi bukanlah mendatangkan para guru dari luar negeri untuk menggantikan guru di dalam kelas.

Namun, menurutnya, guru asing yang dimaksud hanya untuk menambal kekurangan dari guru-guru di Indonesia, seperti kelemahan di bidang ilmu pasti. Salah satu cara menurutnya yaitu dengan menggelar training untuk guru-guru Indonesia dengan pembicara guru dari luar negeri.

Sedangkan terkait gaji guru sebesar Rp 20 juta, Riza menuturkan hal tersebut merupakan penghargaan pasangan Prabowo-Sandi terhadap para guru. Kendati demikian, guru yang akan mendapat gaji Rp 20 juta akan diklasifikan terlebih dahulu dan berdasarkan tingkatan masing-masing.

“Kan tidak mungkin semua guru diberi gaji sebesar itu. Harus ada klasifikasi, kualifikasinya, tahapannya. Beda kan guru SD, guru ngaji, guru S2 kan beda. Cuman kita kan menyebutnya guru, padahal kan dosen,” jelasnya dalam laman VOAIndonesia, Senin, (26/11/2018).

Selain itu, ia menambahkan peningkatan kualitas pendidikan guru dengan cara memberikan gaji yang besar juga sudah dilakukan negara-negara ASEAN lainnya. Dengan demikian, ia berharap ke depan Indonesia bisa bersaing dengan negara ASEAN lainnya yang sudah maju.

Sebelumnya, Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengkritik janji impor guru yang disampaikan salah kubu calon presiden dan wakil presiden 2019.

Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo dalam konferensi pers memperingati hari guru di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta, Minggu, (25/11/2018).

“Jadi mengimpor guru bukan cara yang cerdas dan bijak,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar