Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport, Gubernur: Setop Bodoh-bodohin Orang Papua

Timika, PANRITA.News – Gubernur Papua, Lukas Enembe menolak proposal yang diajukan PT Inalum terkait dengan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Hal itu disampaikannya Lukas usai mengikuti pertemuan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan PT Inalum, di Kota Timika Papua.

“Sudah ada kesepakatan awal pada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu dengan Menteri Keuangan. Kalau mau buat perusahaan Badan Usaha Milik Daerah atau perusahaan baru, semua harus melalui kesepakatan bersama,” ungkap Lukas, Kamis (22/11/2018).

Lebih lanjut, Lukas menyesalkan PT Inalum yang kemudian menyodorkan proposal di luar kesepakatan bersama.

“Tapi pertemuan kali ini PT Inalum malah menyodorkan proposal di luar kesepakatan bersama terkait dengan divestasi PT Freeport Indonesia dengan menyodorkan nama perusahaan daerah PT Indocopper Investama,” ujar Lukas.

Menurut Lukas, ada pihak-pihak yang sengaja tidak mau menghormati hasil kesepakatan awal. Pasalnya sejauh ini Lukas menjelaskan, PT Indocopper Investama merupakan perusahaan milik Aburizal Bakrie yang kemudian dibeli oleh PT Freeport Indonesia.

“Jelas ini tak sesuai dengan kesepakatan awal. Ini perusahaan BUMD namun kepemilikan saham 26 persen milik PT Inalum, lalu 10 persen saham milik Papua dan sisanya tidak tahu siapa yang punya,” tambahnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Lukas pun meminta kepada semua pihak agar mulai menghormati warga Papua.

“Setop bodoh-bodohin orang Papua, jangan ulang lagi kesalahan yang sama,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui PT Inalum bersedia membayar 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Kemudian PT Inalum memastikan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika mendapatkan 10 persen dari 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Tapi setelah 51 persen saham itu dibeli, nantinya Pemprov Papua dan Pemda Mimika diharuskan membayar cicilan utang melalui pemotongan sebagian dari deviden, setiap tahunnya.

Tinggalkan Komentar