Aliansi Gerakan Rakyat Tuntut Oknum Petugas PLN Rayon Jampea, Selayar

Aliansi Gerakan Rakyat gelar konsolidasi menuntut salah satu oknum petugas PLN Rayon Jampea.

Aliansi Gerakan Rakyat gelar konsolidasi menuntut salah satu oknum petugas PLN Rayon Jampea.

Selayar, PANRITA.News – Puluhan mahasiswa Pasimasunggu yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat menggelar konsolidasi menuntut petugas PLN Rayon jampea meminta maaf atas pernyataan diskriminasi terhadap salah satu anggota aliansi dan meminta pimpinan perusahaan memberi sanksi berupa pemecatan kepada salah satu oknum Petugas, Ahad (18/11/2018).

Pernyataan salah satu petugas dari perusahaan pihak ke 3 PLN Rayon Jampea pada salah satu anggota Aliansi Gerakan Rakyat melalui chat pribadi dimedia sosial (Messenger) telah merusak citra PLN sebagai lembaga beritegritas.

Dalam proses perekrutan karyawan, cara kotor orde baru yang anti tesa terhadap kebebasan berdemokrasi & sangat diskriminatif kembali digunakan.

Bermula dari salah satu satu anggota Aliansi Taufik Ismail yang mendaftarkan diri sebagai salah satu petugas pada perusahaan pihak ke 3 PLN Rayon Jampea bertanya kepada salah satu petugas perusahaan, namun jawaban yang dilontarkan sangat diskriminatif, menakuti & merengguk haknya sebagai warga negara Indonesia.

Hanya karena Taufik Ismail bergabung dengan aliansi gerakan rakyat yang dulu pernah memprotes pemadaman listrik bergilir yang tidak jelas waktunya

Koordinator konsolidasi, Risaldi menegaskan bahwa kinerja petugas PLN Jampea telah melangkahi peraturan yang berlaku.

“Akhirnya terjadi diskriminasi yang kami anggap tidak,  hanya karena kawan kami dianggap pernah melakukan kesalahan fatal (ikut demo). bagi saya & kawan2 yang lain ini tdk adil dan sangat mendiskriminasi,” Ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pernyataan ini melawan UUD 1945 pasal 28 e ayat 3 & UU No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum.

“Untuk mengembalikan citra PLN Sebagai lembaga berintegritas, kami menuntut permohonan maaf dimuka umum dan meminta oknum yg bersangkutan di copot dari jabatannya dan harus disampaikan oleh petugas yang telah mencemari nama baik PLN dengan pikiran sisa-sisa sampah orde baru,” Tegas Rosaldi.

Tinggalkan Komentar