Tertangkap, Haris Akui Bantai Satu Keluarga Pakai Linggis

Bekasi, PANRITA.News – Polisi akhirnya menetapkan Haris Simamora sebagai tersangka pembunuhan keluarga Daperum di Pondok Gede, Bekasi, Selasa (13/11/2018).

Setelah melakukan aksi kejinya, tersangka Haris Simamora diketahui membuang linggis yang ia gunakan untuk membunuh keluarga Daperum Nainggolan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut, pihaknya sudah berusaha mencari barang bukti tersebut namun belum berhasil.

“Setelah membunuh pelaku membuang barang bukti linggis itu ke Kalimalang. Kemarin malam sudah coba kita cari tapi karena hujan akhirnya tidak ketemu,” ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).

Haris yang masih memiliki hubungan darah dengan korban tersebut mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena alasan dendam. Sebelum kejadian nahas itu, pelaku sering dimarahi oleh korban.

“Dia dendam karena sering dimarahi oleh korban. Akhirnya dibunuh dan dia setelah kita periksa secara intensif sudah mengakui perbuatannya,” lanjutnya.

Setelah beraksi, pelaku sempat berusaha kabur, namun akhirnya ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018) malam. Selain menetapkan Haris sebagai tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti.

“Ada baju, baju korban, handphone, hingga kunci mobil,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Lebih lanjut, Argo mengatakan saat ini Haris sudah dilakukan penahanan oleh Polda Metro Jaya. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan.

“Sudah kita tahan. Sesuai prosedur 20 hari pertama,” ujar Argo.

Haris ditangkap di sebuah saung di kaki Gunung Guntur, Garut, pada Rabu (14/11/2018) pagi. Saat itu, ia berdalih ingin mendaki gunung seorang diri. Kepada polisi ia membantah telah membunuh keluarga Daperum.

Namun, polisi telah mengantongi sejumlah bukti yang mengarah pada Haris. Dalam tas yang dibawa Haris, polisi menemukan sebuah kunci mobil Nissan X-Trail milik keluarga korban yang hilang saat kejadian. Selain itu, dalam mobil itu, ditemukan bercak darah.

Keluarga Daperum ditemukan tewas di kediamannya di Jalan Bojong Nangka, Pondok Gede, Bekasi, pada Selasa (13/11/2018). Dari hasil olah TKP, Daperum dan istrinya, Maya Ambarita, mengalami luka benda tajam di bagian leher.

Sementara 2 anak mereka, Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas di kamar tidur. Polisi mengatakan, keduanya tewas akibat kehabisan napas. Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan di kampung di Desa Parsaoran, Kabupaten Samosir, pada Kamis (15/11/2018) pagi.

Leave a Reply