Kerusakan Teknis Pada Komputer Hanguskan 5 Juta Surat Tilang Polisi

Moskow, PANRITA.News – Lebih dari lima juta karcis tilang hangus dan tak bisa lagi diharapkan pembayarannya oleh Kepolisian Moskow. Hal tersebut diakibatkan oleh kerusakan teknis pada komputer yang salah mendata nama dan alamat para pengemudi.

Hangusnya denda tilang jutaan rubel itu tampaknya merupakan efek samping yang tidak diinginkan dari kebijakan baru yang dilakukan di Rusia. Aturan terbaru di negara ini, yakni menempatkan seluruh polisi lalu lintas di negara itu berada di bawah satu sistem yang baru.

Tadinya hal itu dimaksudkan agar lebih mudah untuk mencatat setiap pelanggaran lalu lintas: para petugas tinggal mengirim tilang ke pelanggar. Namun apa daya, aturan baru itu menemui hambatan.

“Sistem ini berjalan baik tetapi ada masalah dengan periode transisi,” kata Mikhail Chernikov, kepala Dinas Keselamatan Lalu Lintas Rusia, kepada surat kabar Kommersant.

“Masalahnya antara lain rumah atau apartemen, yang kurang lengkap, atau nama keluarga yang tak terdaftar ” tutur Chernikov menjelaskan. Ia tidak memberikan angka spesifik terkait jumlah orang yang catatannya salah.

Surat kabar Kommersant memperkirakan, tumpukan denda yang terpaksa diputihkan itu berjumlah sekitar 15% dari pelanggaran lalu lintas di ibukota pada tahun 2016 dan 2017.

Menurut laporan Rossiya-1 TV, Polisi lalu lintas juga harus berurusan dengan konsekuensi yang tidak diinginkan dari sebuah aturan.

Masalahnya itu tidak terjadi di Moskow saja, tetapi di situlah persentase yang tinggi – seperempat hingga sepertiga – pelanggaran lalu lintas yang tercatat terjadi di negara itu. Ini dikarenakan banyaknya jumlah kamera pengawas yang ditempatkan di area tersebut.

Warga Moskow tampaknya tak tergesa-gesa untuk mengadukan keluhan atas kekacauan itu. Namun justru menikmati ‘hikmah’-nya: menurut media, denda-denda itu ‘diputihkan’.

Salah seorang pengguna Twitter berkomentar:

“Terkadang ada kabar baik juga di negeri ini”.

Sementara yang lainnya mencuit:

“Ada yang terbalik dengan kekacauan di Rusia”.

Namun menurut Chernikov, sistem tersebut akan mengungkap kelemahan lain. Jika otoritas setempat memperkenalkan batasan pada emisi mobil, seperti yang sedang dibahas, para pengemudi yang mobilnya menghasilkan polusi akan didenda saat memasuki zona yang dilindungi.

Masalahnya adalah database-nya yang tidak lengkap juga karena kurangnya informasi tentang spesifikasi emisi gas buang untuk 60% mobil.

“Bagaimana ini semua akan berjalan masih belum jelas,” kata Chernikov.

“Kami perlu memasukkan semuanya dalam sistem.”

Tinggalkan Komentar