BI Himbau Masyarakat Tukarkan Uang Berstempel Capres Ke Bank Terdekat

Jakarta, PANRITA.News – Informasi tentang maraknya uang berstempel salah satu Calon Presiden yang beredar di masyarakat, membuat Bank Indonesia (BI) mengambil keputusan tegas. BI menyatakan uang rupiah dalam kondisi distempel maupun dicoret tidak layak edar.

“Uang rupiah tersebut tergolong dalam uang rupiah yang tidak layak edar,” demikian mengutip keterangan resmi BI, Senin, (12/11/2018).

BI mengimbau masyarakat yang menemukan uang bestempel tersebut agar menukarkannya ke Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Walaupun uang tersebut masih berlaku sebagai alat transaksi pembayaran.

Di samping itu, masyarakat juga diminta menjaga dan merawat uang rupiah dengan baik. Hal ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengenali keaslian uang rupiah.

“Untuk itu, masyarakat agar senantiasa menjaga dan merawat rupiah dengan baik melalui metode lima Jangan: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi,” dari keterangan lebih lanjut.

Sebagaimana amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara.

Sanksi atas pelanggaran ketentuan tersebut adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp1 miliar.

Tinggalkan Komentar