Heboh! Begal Payudara di Yogyakarta

Yogyakarta, PANRITA.News – Begal payudara tengah menghangat dalam sepekan terakhir di Yogyakarta. Kehebohan itu berawal saat seorang turis asing atau bule menjadi korban begal payudara di kawasan Prawirotaman, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogya, Minggu (4/11).

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV sebuah hostel persis di dekat lokasi kejadian.

“Kejadian Minggu (4/11/) malam, waktu itu saya baru keluar, tiba-tiba di-whatsapp karyawan saya tanya bisa lihat rekaman CCTV tidak. Dia bilang baru saja ada bule perempuan jalan di depan hostel tiba-tiba berteriak keras sekali,” cerita pemilik hostel, Yudhistira (26) dalam detikcom, Jumat (9/11/2018).

Setelah itu, dia kembali ke hostelnya untuk melihat rekaman CCTV guna memastikan sebetulnya apa yang terjadi sehingga bule tersebut berteriak.

“Saya lihat ternyata betul, habis dicimol (dipegang payudaranya) oleh orang yang naik motor,” terang Yudhis.

Dari rekaman CCTV, bule yang menjadi korban begal payudara itu tampak kaget setelah payudaranya dibegal oleh orang tak dikenal. Tercantum waktu kejadian menunjukkan pukul 20.56 WIB. Kondisi gang sepi dari lalu lalang motor atau pejalan kaki.

Yudhis mengaku bule itu bukan tamu hostelnya. Dia pun belum mengetahui persis identitas bule tersebut.

“Lalu Senin saya ke Polsek, melapor nunjukin video itu, kemudian Polisi datang ke Hostel saya mengecek di lokasi,” jelasnya.

Rekaman CCTV peristiwa itu kini viral di sejumlah akun media sosial. Video menayangkan dua orang bule perempuan sedang berjalan kaki di sebuah gang di kawasan Prawirotaman. Keduanya tampak berjalan berdampingan di sisi pinggir jalan sambil mengobrol.

Lalu muncul sebuah sepeda motor yang dikendarai seseorang dari arah berlawanan. Ketika tepat berpapasan dengan kedua bule tersebut, pengendara memepetkan kendaraannya ke arah kedua bule itu. Dan tanpa disangka, tangan kiri pengendara motor langsung meremas payudara bule yang berada di sisi tengah jalan.

Sontak saja bule yang menjadi korban begal payudara kaget mendapatkan perlakuan tidak senonoh itu. Dia tampak menoleh ke belakang untuk melihat pelaku. Sementara setelah melakukan aksinya, pelaku terlihat langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Munculnya kasus begal payudara tersebut, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas angkat bicara usai membuka Kejuaraan Pacuan Kuda Istimewa X bertajuk ‘Jogja Derby 2018’ di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Minggu (11/11/2018). Menurutnya, pelaku begal payudara itu harus ditangkap.

“Pelaku (Begal payudara) harus betul-betul ditangkap, jika perlu masyarakat yang harus bergerak untuk menangkap orang-orang ini, asal jangan dihakimi sendiri,” katanya.

“Supaya dia (Pelaku begal payudara) tidak berulang kali melakukan hal yang seperti itu (Begal payudara),” imbuhnya.

Lanjut GKR Hemas, pelaku perlu ditangkap agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di Yogyakarta yang merupakan daerah tujuan wisata. Selain itu, masyarakat yang tinggal di tempat-tempat wisata diimbau agar ikut menjaga tempat wisatanya dari berbagai gangguan. Karena kejadian begal payudara dapat mencoreng Yogyakarta sebagai daerah wisata.

“Kita harus tetap menjaga keberadaan wisatawan. Jadi kalau ada persoalan seperti itu (Begal payudara) masyarakat harus secepatnya bergerak, gitu,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar