Sindikat Joki CPNS di Makassar Terungkap, BKN Perketat Pengawasan

Jakarta, PANRITA.News – Polrestabes Makassar sempat menangkap enam orang sindikat joki tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM di Aula RRI, Jalan Riburane, Makassar, Minggu (28/10).

Praktik perjokian itu menurut polisi terjadi berkat bantuan dokter berstatus PNS yang bertugas di Pelindo IV. Dokter bernama Wahyudi bertugas sebagai broker yang menggunakan jasa joki dengan joki tes.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus perjokian di Makassar menuntut pihaknya lebih teliti dalam menjalankan seleksi yang adil untuk seluruh pelamar CPNS.

“Gelagat yang mau curang itu biasanya kelihatan kok. Attitude-nya berbeda, ada yang sibuk sendiri, tidak tenang. Nah itu pasti akan menjadi bagian pengawasan lebih,” jelasnya

Terungkapnya praktik joki di Makassar itu, membuat Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan jajarannya memperkuat pengawasan dalam proses seleksi CPNS.

Humas BKN, Diah E. Palupi mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini melakukan pengamanan tes CPNS secara berlapis.

“Yang pasti kalau soal pengamanan kita buat berlapis, mulai dari verifikasi foto, verifikasi data hingga memastikan orang yang masuk ke ruangan itu orang yang memiliki data,” jelasnya dalam laman CNNIndonesia.com pada Rabu (31/10).

Selain itu, menurut Diah, pengamanan dari pihak Kepolisian turut membantu dalam proses penanganan praktik peejokian ini.

“Ada pelibatan tim Polri untuk amankan di tiap titik tes. Joki yang tertangkap sudah ditangani oleh mereka,” imbuhnya.

Selain itu, Diah mengingatkan kepada peserta agar mengurungkan niatnya menggunakan jasa Joki sebab kata dia, tim pengamanan sudah siap siaga melakukan pengawasan. Jika tertangkap basah maka kesempatan untuk mengikuti tes gugur.

“Peserta yang pakai joki didrop tidak bisa melanjutkan tes. Jadi harusnya berhitung, ya karena sudah ada yang siap menangkap di titik-titik tes,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar