Paris, PANRITA.News – Persaingan di Grup C Liga Champions Eropa musim ini terbilang ketat. Salah satu tim yang menunjukkan performa terbaik dan tampil di luar dugaan yaitu Napoli.
Setelah sempat mengalahkan Tim Liverpool pekan ebelumnya, kali ini Napoli mampu menahan imbang raksasa Perancis, Paris Saint-Germain (PSG), Kamis, (25/10/208).
Pasca pertandingan, pelatih PSG, Thomas Tuchel mengaku sangat kecewa dan merasa aneh dengan penampilan anak asuhnya ketika menjamu Napoli pada matchday ketiga penyisihan Grup C Liga Champions. Pasalnya, Les Parisien hanya bermain imbang 2-2. Ia pun mengakui kehebatan sang lawan.
PSG dua kali tertinggal gol lebih dahulu oleh il Partenopei. Pertama, Lorenzo Insigne mampu memperdaya gawang Alphonse Areola pada menit ke-29 dan gol Dires Mertens pada interval kedua. Sedangkan dua gol Les Parisien hadir melalui gol bunuh diri Mario Rui dan Angel Di Maria di masainjury time.
“Kami memulai dengan sangat baik dan memiliki 15 menit pembukaan yang baik, tetapi kemudian saya tak tahu mengapa, kami kehilangan bentuk permainan,” ujar Tuchel dslam laman CNNIndonesia, Kamis (25/10).
Pelatih asal Jerman itu melanjutkan, timnya tak dapat memetik kemenangan lantaran bermain secara indivual dan membuatnya menjadi rumit. Sedangkan sang lawan bermain secara kolektif.
“Kami bukan favorit lawan Napoli. Mereka sudah bermain bersama selama bertahun-tahun. Mereka juga punya pelatih top, Carlo Ancelotti,” sambung eks pelatih Borussia Dortmund.
Hasil ini membuat PSG tak bergeser di posisi tiga klasemen Grup C dengan raihan empat poin. Sementara, Napoli harus lengser ke posisi kedua setelah di pertandingan lain Liverpool berhasil mengalahkan FK Crvena Zvezda.
“Bermain melawan tim Italia selalu sulit, maka bukan kebetulan jika PSG belum pernah memenangkan satu pun dari lima partai terakhir melawan tim Italia,” kilah Tuchel.


Comment