Peternak Ayam Petelur di Bulukumba Ini Minta Dinas Peternakan Aktif Melakukan Pendampingan

Bulukumba, PANRITA.News – Salah seorang peternak ayam petelur asal Kelurahan Sapolohe Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, H. Suwardi meminta Dinas Peternakan untuk aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan.

“Kita berharap dinas peternakan ambil bagian khususnya dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan. Masa hanya di perusahaan kita mendapat pengetahuan cara-cara beternak ayam petelur, sementara di dinas peternakan tidak,” kata H. Suwardi di Resto Kampung Nelayan, Selasa (16/10/2018).

Bagi pria yang akrab disapa Haji Kardi ini, tidak pernah mendapatkan undangan dari Dinas Peternakan selama dirinya menekuni budi daya ayam petelur. Baginya, masyarakat sangat membutuhkan bimbingan semisal tata cara mengembang biakkan ayam petelur yang baik.

“Mestinya kita memperoleh pengetahuan minimal cara pemeliharaan dan peningkatan produktifitas ayam dari dinas peternakan. Apalagi jika mampu memediasi pembentukan asosiasi tersendiri. Tujuannya untuk mengetahui jumlah peternak dan populasi ayam, bahkan keseragaman harga pakan maupun telur serta membantu dalam pemasaran,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Manager Marketing PT Patriot, Lenny mengungkapkan bahwa harga pakan ayam petelur tidak menentu. Kata dia, naik turunnya harga pakan dipengaruhi oleh harga bahan baku dan nilai tukar rupiah terhadap dollar.

“Sebenarnya sih harga pakan sangat dipengaruhi oleh bahan baku seperti jagung. Kalau bahan bakunya mahal, maka otomatis perusahaan yang memproduksi pakan ayam juga menaikkan harga. Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dollar akhir-akhir ini makin melonjat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Haji Kardi merupakan peternak ayam petelur dengan populasi ayam sekitar 2000an. Ia sendiri optimistis dalam kurun waktu dua bulan ke depan, jumlah populasi ayam miliknya akan bertambah pada kisaran 5000an.

Comment