Risiko Jika Ibu Hamil Pakai High Heels

Ilustrasi Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil

Makassar, PANRITA.News – Penampilan terkadang menuntut ibu hamil memakai item fashion yang cukup berisiko untuk kesehatan diri dan janinnya.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Pondok Indah atau RSPI Puri Indah, Ni Komang Yeni Dhana Sari mengatakan sejatinya ibu yang sedang hamil sangat tidak disarankan memakai high heels.

“High heels dipakai ibu hamil sangat tidak direkomendasikan dari sisi medis,” kata Yeni di Jakarta. “Untuk alasan beberapa saat mungkin boleh saja, tapi perlu diketahui juga risiko yang mungkin terjadi.”

Yeni menjelaskan tubuh ibu hamil mengalami perubahan, di antaranya terjadi pembengkakan pada beberapa bagian tubuh karena ligamen atau otot melebar, badan mulai tidak seimbang yang disebabkan peningkatan berat badan, perubahan hormon, dan lainnya.

“Perut yang semakin membesar membuat tubuh ibu yang sedang hamil condong ke depan. Dengan kondisi itu, maka ibu hamil rentan terjatuh karena keseimbangannya tidak stabil lagi,” kata dia.

Ibu yang sedang hamil yang memakai sepatu hak tinggi memiliki beberapa risiko.

Selain masalah keseimbangan, ibu yang sedang hamil yang memakai alas kaki tinggi juga berpotensi terkilir kakinya. Jika sampai terjatuh, maka risikonya pada janin antara lain, keguguran, ketuban pecah, sampai benturan pada bayi. “Jadi sangat berbahaya,” ucap Yeni.

Ibu yang sedang hamil dianjurkan memakai item fashion yang aman. Untuk alas kaki, Yeni mengatakan sebaiknya pilih yang alasnya lebar, tapi bukan sandal jepit. Hindari memakai stileto, platform shoes, dan wedges. Sebagai alternatifnya, ibu hamil bisa memakai sneakers, sepatu keds, atau alas kaki lainnya yang relatif aman namun tetap gaya.

Untuk busana, ibu hamil disarankan memilih pakaian yang longgar. Perhatikan pakaian yang mengikat di pinggang, seperti celana atau legging. Pilih celana dengan karet tidak terlalu ketat di pinggang demi kenyamanan dan mencegah iritasi. Sebab, kulit perut ibu yang sedang hamil terus meregang.