Paripurna Penyerahan KUA-PPAS Perubahan APBD, Ini Pesan Bupati Barru

Paripurna Penyerahan KUA-PPAS Perubahan APBD Ini Pesan Bupati Barru

Barru, PANRITA.News – Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh M.Si Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Penyerahan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018 Berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Barru, Rabu (5/9/2018).

Turut hadir dalam rapat tersebut Dandim 1405/Mlts diwakili oleh Pabung Kodim 1405/Mlts Mayor Inf. Mustaan, S.IP, Kapolres Barru diwakili oleh Wakapolres Barru Drs. Kompol Andi Jamaluddin, Kajari Kab.barru Paiam Tumanggor, Pengadilan Negeri Kab.barru Cahyono Rizal Adrianto, S.H.,M.H,

Selain itu juga hadir Ketua DPRD Barru Hj. A. Nurhudaya Aksa. Wakil Ketua I DPRD Barru Rakhman, S.Sos, Wakil Ketua II DPRD Barru Andi Wawo Mannojengi, SH,MH, Para Anggota DPRD Barru, Para Staf Ahli Kab. Barru, Para Asisten Setda Barru, Para Pimpinan OPD Pemda Barru, dan Para Kabag Setda Barru.

Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh M.Si pada kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat atas kerjasama yang telah terbangun selama ini. Khususnya, dalam rangka mendiskusikan Kebijakan Umum Anggaran dan Priolitas Pagu Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD tahun 2018, baik yang berkaitan dengan pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

“Dapat saya informasikan, bahwa perubahan APBD tahun anggaran 2018 ini, aspek kebijakan tetap mengacu pada nota kesepakatan mengenai kebijakan umum perubahan APBD tahun anggaran 2018, dan nota kesepakatan prioritas plafon anggaran sementara. Perubahan anggaran ini bukan merupakan perubahan terhadap kebijakan anggaran yang telah disepakati, tetapi lebih merupakan penguatan, terhadap kebijakan-kebijakan tersebut,” papar Bupati Barru yang dikenal merakyat ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan besaran perubahan anggaran untuk pendapatan dari Rp. 973.185.200.729,00 menjadi Rp. 989.613.756.473,00 (miningkat 1,69 persen), belanja daerah dari Rp. 1.057.932.169.464.73 menjadi Rp. 1.159.973.280.73 (meningkat 9,59 persen).

Adapun belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dari Rp. 545.655.511.399,73 menjadi Rp. 515.109.321.091,73 (turun 5,60 persen) dan belanja langsung dari Rp. 512.276.658.065,00 menjadi Rp. 644.289.652.189.00 (miningkat 25,77 persen).

Semntara untuk belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, dari Rp. 40.279.906.500,00 menjadi Rp. 42.389.831.500,00 (meningkat 5,23 persen); belanja barang dan jasa dari Rp. 204.627.922.169.00 menjadi Rp. 239.019.235.587(meningkat 16,81 persen); belanja modal dari Rp. 267.368.659.396 menjadi Rp. 362.891.585.102,00 (meningkat 35,73 persen).

“Perununan belanja tidak langsung merupakan upaya untuk mengefektifkan anggaran dan memperbesar belanja langsung. Peningkatan belanja langsung khususnya belanja modal diharapkan dapat menjadi stimulan untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah serta dapat meningkatkan penyerahan tenaga kerja,” ungkap Bupati Suardi Saleh.

Tinggalkan Komentar