Makassar, PANRITA.News – Migrain saat hamil memang lebih kerap dialami oleh wanita. Sebanyak 1 dari 5 wanita yang tengah hamil lebih rentan mengalami migrain.
Migrain saat hamil sendiri tidak bisa dianggap mudah. Pasalnya hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Cheryl Bushnell dari Duke University, North Carolina USA menunjukan bahwa migrain memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan penyakit kardiovaskular.
Sehingga seorang ibu hamil 19 kali lebih beresiko terkena penyakit stroke, dan 5 kali lebih rentan terkena penyakit jantung serta 2 kali lebih beresiko mengalami pembekuan darah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut ada baiknya Anda harus mengetahui penyebab dari migrain itu sendiri.
Adapun beberapa faktor penyebab migrain saat hamil, adalah sebagai berikut:
1. Perubahan Hormon
Perubahan tubuh dan ketidakseimbangan hormon kerap dialami oleh seorang ibu hamil pada trisemester pertama kehamilannya. Hal ini memang normal, akan tetapi menjadi faktor pemicu timbulnya penyakit migrain yang kerap di barengi dengan gejala mual dan muntah.
2. Mengonsumsi Makanan yang Tinggi Akan Tiramin dan Nitrat
Tiramin merupakan senyawa yang akan menyebabkan pelepasan hormon nerepinefrin noradrenalin pada sel syaraf otak. Dengan semakin meningkatknya kadar tiramin pada otak maka akan semakin memfasilitasi perubahan hormon yang memicu penyakit migrain. Selain itu, kandungan nitrat juga akan meningkatkan stress oksidatif yang akan menyebabkan migrain pada ibu hamil.
Contoh makanan yang mengandung tiramin dan nitrat adalah : Keju matang, sosis, pemanis buatan, daging asap, daging fermentasi, hati ayam dan mentega.
3. Aroma yang Terlalu Kuat
Seperti yang kita ketahui, bahwa ibu hamil pada trisemester pertama memiliki indera penciuman yang sangat sensitif. Hal tersebut juga memiliki kaitan yang cukup erat pada perubahan hormon yang terjadi. Sehingga bau-bauan yang terlalu kuat dan juga termasuk asap rokok akan menstimulasi rasa nyeri pada otak.
4. Kurang Tidur
Tidur yang kurang memiliki peranan yang cukup penting dalam memicu kenaikan ekspresi protein yang menginspirasi rasa nyeri yang cukup parah di kepala (migrain).
5. Kurang Minum
Dehidrasi atau kurang minum akan menyebabakan kehilangan elektrolit yang akan memaksa sel otak memberi sinyal dengan rasa sakit di kepala.
Nah, perlu bunda ketahui bahwa seseorang yang sedang dalam masa kehamilan memiliki daya tahan tubuh yang sangat rentan. Selain itu, tidak semua obat dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Pasalnya dikhawatirkan obat tersebut akan beresiko mengganggu pertumbuhan janin di dalam tubuh.

Comment