Maksimalkan Program Bank Sampah, Mahasiswa UIN Alauddin dan VHI Gelar Penyuluhan

Gowa, PANRITA.News – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Vision Health Institute (VHI) menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan kepada kader PKK dan Karang taruna Desa Timbuseng, dalam hal mengembangkan dan pengetahuan dalam pengolahan sampah.

Kegiatan yang berlangsung sejak Jum’at (15/122017), bertempat di Aula Kantor Desa Timbuseng Kec. Pattalassang Kab. Gowa Sulawesi-selatan yang dibuka langsung oleh kepala Desa Timbuseng, Hj. Rabaking, SE.

Ketua Karang taruna, Munawir, mengatakan dengan diadakannya kegiatan ini, para pemuda-pemuda desa timbuseng bisa lebih aktif lagi dalam menjalankan prgoram desa, yaitu bank sampah.

Sebelumnya Kepala Desa mengaku bahwa program sudah diterapkan meski belum optimal karena berbagai kendala.

“Sudah ada program yang ada di desa mengenai sampah itu sendiri, namun program tersebut tidak berjalan dengan optimal dan efektif karena pengurus bank sampah tidak terlalu aktif dalam mengelolah bank sampah itu sendiri”. Ujarnya.

Ditambah lagi ibu-ibu kader PKK Desa Timbuseng yang mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu dalam membuka wawasan dalam pengolahan sampah kedepan, serta kader PKK berharap kedepannya dapat mengolah serta mendaur ulang sampah sehingga bernilai ekonomis khususnya untuk kader PKK Desa Timbuseng.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar ini, merupakan salah satu tindak lanjut dari permasalahan yg ada di Desa timbuseng, terkhusus mengenai sampah.

Direktur Vision for Health Institute, Syamsul Alam berharap Agar kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Timbuseng.

“Kedepan, kita akan kembangkan pengolahan sampah organik menjadi sumber energi terbarukan seperti pengolahan sisa pembuangan limbah buah dan sayur menjadi biogas” ungkapnya.

Mengacu pada data hasil survei beberapa waktu lalu di Desa Timbuseng, masalah yang sedang dihadapi masyarakat adalah tidak adanya TPA (Tempat pembuangan Akhir) di desa tersebut, sehingga masyarakat kebingungan membuang sampah mereka dimana. Akibatnya masyarakat membuang sampah di sungai kecil atau dengan membakar sampah tersebut.

Ditambah lagi, Desa Timbuseng tidak memiliki armada pengangkut sampah untuk membawa sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Muh. Syarwan selaku perwakilan mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat berharap dengan adanya program ini permasalahan sampah di desa timbuseng bisa berkurang dan akhirnya teratasi dengan bantuan dan perhatian pemerintah desa, serta masyarakat Desa Timbuseng.

Leave a Reply