Monterrey, PANRITA.News — Drama kembai terjadi dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Setelah kemenangan dramatis Brasil melawan Jepang, dan Kekalahan Jerman melalui adu penalti kontra Paraguay, kini Timnas Maroko yang kembali menunjukkan tajinya di perhelatan sebakbola dunia terbesar ini.
Timnas Maroko berhasil menyingkirkan Timnas Belanda lewat adu penalti melalui penampilah heroik Yassine Bounou, atau akrab disapa Bono di bawah mistar gawang.
Kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Monterrey Stadium, pada Selasa (30/6/2026) di babak 32 besar.
Belanda sebenarnya mencetak gol lebih dulu melalui Cody Gakpo pada menit ke-72. Sayangnya kemenangan The Oranje pupus saat Maroko menyamakan kedudukan lewat Issa Diop pada menit ke-90+1.
Memasuki drama titik putih, Bono, sukses menepis satu tendangan penalti Belanda dari Crysencio Summerville.
Maroko menang 3-2 setelah Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari mencetak gol ke gawang Belanda meski Neil Ey Aynaoui dan Achraf Hakimi gagal.
Sementara, Belanda hanya bisa memasukan dua kali melalui Teuin Koopmeiners dan Wout Weghourst. Sedangkan Summerville dan Quinten Timber tidak bisa menuntaskan tugasnya dengan baik.
Penampilan Heroik Bono

Penampilan kiper Timnas Maroko, Yassine Bounou dalam laga ini menjadi perhatian publik pecinta sepakbola. Aksi-aksi heroiknya mampu mengantar negaranya menyingkirkan Belanda untuk lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026.
Selama waktu normal dan tambahan 2×15 menit, Bono kerap kali membuat lini depan Belanda frustrasi dengan komandonya di lini belakang Maroko.
Puncak performa Bono terjadi saat berhadapan satu lawan satu di titik putih.
Penjaga gawang Al Hilal di Liga Pro Arab Saudi itu hampir saja menggagalkan penalti pertama Belanda lewat Teun Koopmeiners setelah bisa membaca arah bola.
Namun, sepakan Koopmeiners masih terlalu keras sehingga meluncur deras ke pojok kiri gawang Bono.
Gerakan Bono lalu mampu mengganggu konsentrasi Justin Kluivert sehingga tendangannya membentur tiang kanan gawang Maroko.
Kiper berusia 35 tahun itu juga bisa membaca arah tendangan Wout Weghorst ke kanan atas gawang Maroko, tetapi ia gagal menggapai bola yang mengalir kencang.
Bono hanya sekali tertipu ketika ia bergerak ke kiri, tetapi sepakan Quinten Timber mengarah ke kanan. Beruntung, sepakan itu melebar dari gawang Maroko.
Performa heroik ia tunjukkan ketika membendung tendangan keras Crysencio Summerville yang menjadi algojo kelima Belanda.
Bono menahan sepakan Summerville dengan satu tangan sambil berdiri, yang membuat namanya lalu dieluk-elukan di media sosial.
Kemenangan ini membawa Maroko lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menantang tuan rumah Timnas Kanada di Houston Stadium, Houston pada Minggu (5/6/2026) dini hari WIB mendatang.

Comment