Selayar, PANRITA.News – Suasana penutupan kemah bakti peringatan HUT PMI ke-80 di Bonto Korang, Desa Mare-mare, Kecamatan Bontomanai, Rabu (17/9/2025), tiba-tiba pecah dengan sorak-sorai.
Penyebabnya, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Natsir Ali, yang semula dipastikan batal hadir, justru muncul secara mengejutkan di tengah peserta kemah.
Awalnya, Natsir dijadwalkan menjadi inspektur upacara sekaligus menutup langsung kegiatan tersebut. Namun, agenda rapat penting membuat kehadirannya terpaksa diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hizbullah Kamaruddin.
Meski demikian, usai rapat, Natsir Ali memutuskan untuk tetap menyambangi peserta kemah agar tidak mengecewakan ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang sudah berhari-hari berkemah.
Kedatangan mendadak orang nomor satu di Selayar itu langsung disambut gegap gempita. Ratusan siswa serentak meneriakkan yel-yel khusus sebagai bentuk antusiasme. Suasana kemah yang tadinya khidmat mendadak berubah hangat penuh tawa dan semangat.
Tak sekadar hadir, Ia juga benar-benar larut bersama para peserta. Ia berjalan dari satu tenda ke tenda lain, menyapa, bahkan bercanda dengan anak-anak PMR.
“Sudah makan semua?” tanya Natsir Ali yang disambut jawaban lantang dan kompak, “Sudaah…!”
Momen semakin berkesan ketika Bupati mendapati sekelompok siswa tengah makan bersama. Tanpa ragu, ia ikut duduk menemani mereka hingga selesai santap bersama. Adegan sederhana itu sontak menjadi pengalaman yang tak akan dilupakan oleh para peserta.
Tidak berhenti di satu titik, Natsir melanjutkan kunjungannya, terus menelusuri barisan tenda peserta, ditemani Ketua PMI Kepulauan Selayar H. Saiful Arif serta jajaran pengurus PMI..
Lebih dari sekadar kunjungan, kehadiran langsung Bupati menciptakan kedekatan emosional antara pemimpin daerah dan generasi mudanya.
Bagi para siswa PMR, momen itu menjadi bukti nyata bahwa perhatian pemimpin daerah hadir bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga lewat kebersamaan sederhana yang penuh makna.

Comment