Erick Thohir Jabat Menpora, Bagaimana dengan PSSI?

Erick Thohir Jabat Menpora, Bagaimana dengan PSSI?

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Selasa 16 September 2025.

Jakarta, PANRITA.News – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru saja dilantik, Erick Thohir, memilih untuk irit bicara soal masa depannya di kursi Ketua Umum PSSI.

Erick menegaskan bahwa keputusan mundur atau bertahan bukan berada di tangannya, melainkan sepenuhnya ditentukan oleh FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

“Nanti ada prosesnya di FIFA. FIFA sebagai badan olahraga tertinggi di dunia akan menentukan,” kata Erick Thohir kepada wartawan, dalam pernyataannya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/9/2025).

Ia menambahkan, seluruh aturan mengenai rangkap jabatan maupun posisi di federasi sepak bola akan mengikuti mekanisme resmi FIFA.

“Nanti itu FIFA yang atur semuanya. Saya tidak tahu, nanti FIFA yang bersurat. Semua aturan dari FIFA,” sambungnya.

Erick Thohir resmi dilantik sebagai Menpora oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96 P Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat kabinet periode 2024–2029.

Sebelumnya, nama Erick Thohir memang santer disebut sebagai kandidat kuat pengganti Dito Ariotedjo. Namun, sempat pula beredar wacana sejumlah figur dan tokoh muda nasional yang digadang-gadang bakal mengisi kursi Menpora.

Selain Erick, Presiden Prabowo juga melantik Djamari Chaniagonsebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Adapun tiga Wakil Menteri yang baru dilantik yakni Afriansyah Noor (Wamen Ketenagakerjaan), Rohmat Marzuki (Wamen Kehutanan), dan Farida Farichah (Wamen Koperasi).

Dilema Rangkap Jabatan

Kursi Menpora yang kini diduduki Erick Thohir otomatis menimbulkan pertanyaan besar soal kelanjutan kiprahnya di PSSI.

Publik menunggu apakah ia akan tetap memimpin federasi sepak bola Indonesia atau melepaskan jabatan tersebut demi fokus pada amanah baru di kabinet.

Namun, Erick memilih tidak berspekulasi. Baginya, kepastian hanya akan datang dari FIFA.

Comment